Gempa Pidie Jaya

Sastrawan Indonesia Kumpulkan Puisi Gempa Aceh

Puisi-puisi itu akan dibukukan secara gotong royong dan diluncurkan Februari 2016 di Jakarta dan Aceh.

Sastrawan Indonesia Kumpulkan Puisi Gempa Aceh
Fikar W Eda ketika mementaskan musik dan puisi kopi di Fakultas Kopi, Jakarta, Kamis (7/4). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sastrawan Indonesia menggagas untuk mengumpulkan puisi-puisi dari penyair dan penulis tentang gempa Aceh.

Puisi-puisi itu akan dibukukan secara gotong royong dan diluncurkan Februari 2016 di Jakarta dan Aceh. 

"Ini bentuk simpati dan tanda cinta Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Aceh," kata Willy Ana, penyair asal Bengkulu, yang menggagas dan mengkordinatori pengumpulan puisi-puisi itu.
Kumpulan puisi  merekam musibah gempa Aceh,  juga disiapkan oleh penyair Aceh, Sulaiman Juned dan Salman Yoga.
Kedua buku puisi tersebut didedikasikan kepada peristiwa gempa yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.
Menurut Willy, siapa pun dipersilakan untuk mengirim puisi. Buku ini tanpa kurasi yang ketat.
"Tugas kami hanya menyusun dan mengemas puisi-puisi itu menjadi buku," ujar Willy yang belum lama ini menerbitkan buku puisi terbaru berjudul Tabot.
Alasannya, siapa pun bisa menyampaikan tanda simpati dan cinta terhadap korban gempa Aceh. "Luka Aceh adalah luka kita semua."
Willy menambahkan puisi-puisi itu beserta biodata singkat dapat dikirimkan ke email: puisiwilly@gmail.com. Puisi ditunggu hingga akhir Desember 2016.
"Penerbitan secara gotongroyong ini caranya para penulis nanti diharapkan membeli buku itu minimal satu," tutur Willy.
Harga buku belum ditentukan karena masih melihat jumlah puisi yang masuk yang tentu saja mempengaruhi ketebalan buku. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved