Gempa Pidie Jaya
Tim Psikososial Kemensos Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa
Dengan treatment psikologis yg lebih awal ibaratnya luka ya segera diobati jadi tidak membekas terlalu dalam,
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerhati anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Dr Seto Mulyadi memberikan penguatan kepada Tim Psikososial Kementerian Sosial RI dalam upaya memulihkan dan menyembuhkan trauma anak-anak korban gempa Pidie Jaya (Pijay) Aceh.
"Kak Seto merupakan bagian dari tim Kemensos. Beliau kita libatkan untuk membantu mempercepat pemulihan trauma anak-anak karena beliau sudah berpengalaman dalam penanganan psikososial anak-anak korban bencana," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Pidie Jaya, Kamis (14/1/2016) melaui Andi Hanindito, KepalaBiro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI.
Mensos berharap Tim Psikososial ini dapat melakukan penyembuhan trauma lebih dini dan menggunakan metode yang tepat agar korban bisa segera dipulihkan.
Pria yang akrab disapa Kak Seto ini tiba di Pidie Jaya, Rabu (13/12/2016) siang bersama Kak Henny yang juga akan menghibur anak-anak korban gempa.
Ini merupakan kedatangan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada Kamis (8/12/2016) atau sehari setelah gempa ia terbang ke Aceh untuk segera memastikan penanganan trauma anak-anak.
Sebanyak 33 anggota Tim Psikososial terdiri atas taruna siaga bencana (Tagana), dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK, dan para relawan sosial.
Kak Seto mengatakan, terapi psikososial bagi korban gempa Aceh, terlebih kepada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Terutama karena luka jiwa yang membekas pada anak-anak akan menimbulkan perasaan mudah takut, mudah curiga, tidak percaya, hingga tidak bisa bekerja sama.
"Dengan treatment psikologis yg lebih awal ibaratnya luka ya segera diobati jadi tidak membekas terlalu dalam," tambahnya.
Menurut Andi Hanindito, Tim Kemensos juga melibatkan kalangan profesional, yakni psikolog dan pekerja sosial di Aceh. Tim juga akan melakukan monitoring secara terus-menerus perkembangan pemulihan anak-anak minimal hingga tiga bulan ke depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kak-seto_20161209_103536.jpg)