Breaking News:

Pilkada 2017

Dana Kampanye Puteh Nol

Semua pasangan calon gubernur (cagub) Aceh telah melaporkan jumlah dana kampanye sementara

Editor: bakri

* Irwandi, Tarmizi, dan Zaini Capai Rp 1 Miliar

BANDA ACEH - Semua pasangan calon gubernur (cagub) Aceh telah melaporkan jumlah dana kampanye sementara mereka ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Selasa (20/12). Berdasarkan laporan sementara, pasangan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab, di buku rekening dana kampanye mereka tercatat belum memiliki dana kampanye, alias nol.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner KIP Aceh, Junaidi SAg MH kepada Serambi tadi malam, sekira pukul 19.30 WIB usai dirinya menerima semua Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) masing-masing pasangan cagub Aceh. Dari laporan itu pula, Serambi mencatat, ada tiga pasangan yang dana kampanyenya mencapai satu miliar lebih.

“Sebelumnya, pada tanggal 24 November kita juga sudah terima laporan awal, saat masing-masing pasangan calon membuka rekening khusus mereka di bank. Nah hari ini (kemarin), laporan dana sumbangan yang masuk, baik itu dari pihak lain ataupun dana kampanye pribadi masing-masing calon,” kata Junaidi kepada Serambi.

Nanti pada tanggal 12 Februari, masing-masing calon juga akan kembali melapor total keseluruhan dana kampanye, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. “Pelaporan terakhir nanti usai kampanye. Mereka akan melapor berapa dana yang masuk, dari mana, dan dari siapa-siapa saja, juga melapor ke mana saja dana kampanye itu digunakan,” sebut Junaidi.

Pelaporan dana kampanye ini memang merupakan salah satu tahapan yang diatur dalam PKPU. Tujuannya untuk memberikan transparansi kepada masyarakat seberapa besar dana kampanye yang mereka keluarkan, dan seberapa besar dana kampanye yang masuk, termasuk siapa-siapa saja penyumbangnya.

“Pelaporan ini penting. Ini menunjukkan integritas masing-masing calon. Masyarakat bisa melihat sendiri antara laporan dana kampanye dengan aktifitas masing-masing calon di lapangan,” sebutnya.

Terkait tidak adanya dana kampanye milik pasangan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab, Junaidi mengaku tidak bisa mengomentari. KIP Aceh dia katakan hanya menerima laporan, dan tidak berhak mencari tahu.

“Itu di luar kewenangan kami, nanti akan ada lembaga yang mengaudit. Laporan mereka memang nol tadi, malah pasangan Abdullah Puteh juga terlambat tadi menyampaikan laporannya,” kata Junaidi.

Junaidi juga menyebutkan, maksimal dana kampanye yang boleh digunakan oleh masing-masing kandidat sebanyak Rp 89 miliar. Dana kampanye yang terkumpul, baik dari pribadi, orang lain (pribadi atau lembaga/partai) boleh digunakan masing-masing calon untuk semua kegiatan kampanye.

Besok, KIP Aceh akan menggelar debat kandidat terbuka antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh di Hermes Palace Hotel, sekira pukul 19.30 WIB. Keenam cagub dijadwalkan akan hadir dan berdebat secara terbuka. Kegiatan ini juga direncanakan akan disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi nasional.

“Insya Allah kita mulai sekitar pukul 19.30 WIB. Ini terbuka tapi tempanya terbatas, karena tergantung kapasitas. Tapi tidak apa-apa, kalau nggak bisa lihat langsung di Hermes Hotel, masih bisa lihat di televisi, kita live,” ujarnya.

Dalam debat kandidat besok, ada tiga panelis yang sudah terpilih sesuai dengan usulan masyarakat Aceh, yakni Saifuddin Bantasyam, Mawardi Ismail, dan Nasir Azis. Sedikit berbeda dengan debat kandidat cagub Aceh 2012, dalam debat kandidat kali ini, para panelis ternyata tidak ikut tampil dalam debat.

“Mereka hanya mempersiapkan soal dan yang bertanya adalah moderator langsung. Panelis tidak tampil dalam debat itu,” ujar Junaidi.

Kemudian, untuk masing-masing pasangan calon, diperbolehkan membawa para pendukung maksimal sebanyak 20 orang. Para tim pendukung ini dilarang membawa atribut kampanye. “Juga dilarang meneriakkan yel-yel atau selama acara,” pungkas Junaidi.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved