Presiden Janji Teken PP KEK Arun

Pemerintah memacu pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe atau KEKAL

Presiden Janji Teken PP KEK Arun

* Maksimal Tiga Hari Setelah Draf PP Masuk

JAKARTA - Pemerintah memacu pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe atau KEKAL. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menandatangani peraturan pemerintah (PP) KEKAL paling telat atau maksimal tiga hari setelah draf PP masuk ke meja Presiden.

Janji Presiden Jokowi itu disampaikan Plt Gubernur Aceh Soedarmo dalam Rapat Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/12) petang.

“Saya melaporkan kepada Presiden soal kawasan ekonomi khusus ini dalam dua kali pertemuan di Aceh, pada 9 Desember dan 15 Desember. Bapak Presiden janji, paling lama tiga hari setelah draf PP masuk ke meja presiden, akan ditandatangani,” kata Soedarmo.

Karena itu, Soedarmo meminta kepada Tim Pelaksana Dewan Nasional agar menyahuti janji dan keseriusan Presiden tersebut. “Saya harapkan Januari 2017 PP bisa terbit dan Februari 2017 langsung bisa beroperasi,” kata Plt Gubernur.

Soedarmo menekankan pembentukan dan pembangunan KEK Arun Lhokseumawe merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. KEK ini akan menyedot investasi 3,8 miliar dollar AS dan menyerap 40 ribu tenaga kerja.

“Untuk itu saya minta kepada jajaran Pemerintah Aceh agar membantu dan memfasilitasi seluruh kebutuhan persyaratan yang diperlukan. Saya juga harapkan adanya sinergi antara BUMD dan BUMN,” ujar Plt Gubernur.

Rapat Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK dipimpin Ketua Pelaksana Wahyu Utomo dan dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga terkait. Dari Aceh antara lain hadir Asisten II Pemerintah Zulkifli Hasan, Staf Ahli Bidang Ekonomi Azhari Hasan, Kepala Bapedalda Ir Iskandar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Arifin Hamid, Kepala Badan Investasi dan Promosi, Iskandar, Plt Bupati Aceh Utara Drs M Jamil, Sekda Lhokseumawe, Bukhari Aks, Dirut PT KKA, Dirut PIM, Pertamina, Dirut Pelindo dan GM Pelindo I Cabang Lhokseumawe, dan Dirut PDPA Muhsin.

Seperti diketahui, Pembentukan KEK Lhokseumawe sebelumnya diperintahkan Presiden Joko Widodo saat berkunjunga ke Lhokseumawe Aceh pada awal 2015 untuk meresmikan PT Perta Arun Gas. Ketika itu Presiden memerintahkan Kementerian Koordinator Kemaritiman agar melakukan langkah strategis merevitalisasi aset di kawasan Arun Lhokseumawe dan memerintahkan membangun KEK berbasis industri yang sudah ada.

“Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh dan Pupuk AAF (Asean Aceh Fertilizer) di Lhokseumawe agar bisa hidup dan ekspansi. Kalau tidak punya kekuatan finansial, silakan dikerjasamakan. Yang paling penting suplai pupuk di Indonesia bagian barat juga bisa terpenuhi,” ujar Presiden pada kesempatan lainnya saat meresmikan Pabrik Pupuk KALTIM-5, 15 September 2015.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved