Breaking News:

Laporan Terkait Kasus Din Minimi belum Dicabut

Masih cukup lekat di ingatan kita pada pengujung tahun lalu, tepatnya Senin 28 Desember 2015, Din Minimi, pria paling diburu polisi

Editor: hasyim
SERAMBI/M ANSHAR
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Bambang Soetjahjo, dan Kabid Humas, Kombes Pol Goenawan berbicara dalam konferensi pers Polda Aceh Akhir Tahun 2016 di Mapolda Aceh, Jumat (30/12/2016). SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Masih cukup lekat di ingatan kita pada pengujung tahun lalu, tepatnya Senin 28 Desember 2015, Din Minimi, pria paling diburu polisi sejak akhir 2014 menyerah melalui Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) saat itu. Ia bersama pengikutnya mengakhiri ‘petualangan’ sekaligus menyerahkan senjata dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Pria bernama lengkap Nurdin Ismail, berikut dengan anggotanya, paling getol dicari polisi kala itu, karena disebut-sebut sebagai kelompok bersenjata yang melakukan sejumlah tindakan kriminal dengan catatan dan laporan polisi.

Namun, Din Minimi sendiri dalam sejumlah keterangannya kepada media selalu berkelit. Ia mengaku tak pernah melakukan tindak kriminal. Dirinya bersama anggota angkat senjata dan naik gunung karena ingin berjuang menuntut keadilan.

Din Minimi dan pasukan bergerilya, menuntut pemerintah memperhatikan kehidupan mantan kombatan GAM, memperhatikan kelangsungan pendidikan bagi anak yatim, janda korban konflik yang kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Namun, aparat keamanan tentu punya cukup alasan sehingga terus memburu Din Minimi. Bahkan Din Minimi juga disebut sebagai pelaku utama pembunuhan dua angggota Kodim Aceh Utara, Senin 23 Maret 2015 di Nisam, Aceh Utara.

Saat itu, sejumlah anggotanya berhasil diciduk. Catatan Serambi, polisi berhasil meringkus 28 pengikut Din Minimi, dan enam orang di antaranya meninggal dunia. Polisi kala itu juga menyita lebih kurang 30 pucuk senjata, 4.654 butir amunisi, dan sejumlah benda lainnya. Din Minimi sendiri kembali kepada masyarakat, ia menyerahkan diri melalui Kepala BIN.

Pria Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur itu kemudian dijanjikan amnesti oleh Bang Yos, pangglilan akrab Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Inilah yang kemudian memunculkan kontroversi berkepanjangan.

Kini, sudah setahun status Din Minimi mengambang. Amnesti yang ia harapkan tak kunjung diberi pemerintah. Din Minimi sendiri tak pernah goyah, ia yakin Pemerintah Pusat akan mengabulkan permintaan dirinya bersama anggota.

Status DPO
Lalu, bagaimana statusnya di kepolisian? Apakah statusnya sebagai DPO dihapus?

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolda Aceh, Jumat (30/12) saat ditanya soal status Din Minimi mengatakan, pihaknya belum menghapus atau mencabut semua laporan kejahatan yang dilakukan Din Minimi dan anggotanya. “Untuk Din Minimi ada 12 LP (Laporan Polisi), sampai saat ini belum dicabut. Kalau memang permintaan amnesti Din Minimi itu nanti ditolak, kita akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tegas Rio.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved