Dua Pria Berbaju Loreng Larikan Napi Rutan Idi

Dua pria berpakaian loreng dilaporkan membawa kabur seorang narapidana dari rumah tahanan Idi Rayeuk, Aceh Timur

Dua Pria Berbaju Loreng Larikan Napi Rutan Idi

IDI - Dua pria berpakaian loreng dilaporkan membawa kabur seorang narapidana dari rumah tahanan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Sabtu (7/1) pukul 19.15 WIB. Napi yang dibawa kabur tersebut bernama M Iqbal bin Idris (26) warga Gampong Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak.

Kepala Rutan Idi, Yusnaidi, yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (8/1) mengatakan, Iqbal merupakan terpidana dalam kasus narkoba. Ia divonis 16 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur. “Namun kasusnya belum inkrah karena masih dalam proses banding ke Pengadilan Tinggi,” kata Yusnaidi.

Yusnaidi menyebutkan, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, kejadian tersebut diawali dengan kedatangan mobil Avanza warna hitam BK 1220 KZ, pada pukul 19.15 WIB. Mobil itu parkir tepat di depan teras masuk Rutan Idi Rayeuk, yang berada di tepi jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Gampong Jalan.

Dari mobil itu, jelas Yusnaidi, turun dua laki-laki berpakaian loreng namun tidak terlihat menyandang senjata. Sementara seorang lain yang duduk di kursi sopir menunggu di dalam mobil. Kemudian kedua pria itu berjalan menghampiri dan menggedor pintu masuk rutan (pintu portir).

Saat petugas jaga, Husni (30) menanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka, sembari memperlihatkan bungkusan plastik warna merah, kedua pria itu mengatakan hendak menitipkan makanan kepada M Iqbal.

Husni pun kemudian meminta tahanan pendamping bernama Zaki, untuk memanggil M Iqbal ke dalam sel. Saat M Iqbal tiba di ruang portir, kedua pria berpakaian loreng ini meminta petugas jaga membuka pintu portir untuk memberikan makanan secara langsung kepada M Iqbal.

“Ketika petugas jaga membuka pintu portir, kedua pria itu langsung mendobrak masuk ke dalam, mereka langsung memegang tangan M Iqbal dan bertanya ‘mana uang teman saya’ sambil menyeret M Iqbal keluar dan memasukkannya ke dalam mobil. Mereka langsung tancap gas ke arah Banda Aceh,” jelas Yusnaidi.

Saat kejadian itu, jelas Yusnaidi, di ruang portir hanya ada satu orang penjaga, sedangkan yang lainnya di dalam blok, karena waktu itu baru selesai shalat Magrib.”Setelah kejadian ini, saya sudah melaporkannya ke Polsek dan Koramil Idi Rayeuk, Kapolres dan Dandim, serta Komandan PM Langsa,” jelas Yusnaidi.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved