Breaking News:

Pengungsi Banjir Capai Ribuan Orang

Ribuan warga Aceh Barat yang menjadi korban banjir mulai mengungsi ke tempat-tempat aman karena hingga

Editor: bakri
Anak-anak mengunakan perahu di depan rumah mereka di kompleks perumahan Pasi Masjid Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang dikepung banjir dengan ketinggian hingga 1 meter, Minggu (8/1). 

* Jalur Jeuram-Takengon Masih Lumpuh

MEULABOH - Ribuan warga Aceh Barat yang menjadi korban banjir mulai mengungsi ke tempat-tempat aman karena hingga Minggu kemarin banjir masih melanda sejumlah kawasan di kabupaten tersebut.

Banjir yang terus meluas juga berdampak terganggunya layanan listrik dan memacatkan jalur transportasi darat Meulaboh (Aceh Barat)-Geumpang (Pidie).

Informasi diperoleh Serambi, ribuan warga yang mengungsi di antaranya penduduk kompleks perumahan Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo mencapai ribuan jiwa ke lokasi kamp yang dibangun Pemkab Aceh Barat. Proses evakuasi dilakukan tim BPBD, Basarnas, dan TNI. Banjir juga menyebabkan perumahan kompleks Blang Beurandang terendam.

Dandim Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma melalui Danramil Meureubo, Kapten Inf Heri Nizar mengatakan, perumahan Pasi Mesjid sudah sangat sering banjir sehingga perlu solusi untuk mengatasinya.

Kepala BPBD Aceh Barat, T Syahluna Polem mengatakan, banjir terus meluas hingga ke kota namun ada juga yang mulai surut. Data sementara ada 74 dari 321 desa di Aceh Barat dilanda banjir dengan jumlah warga terdampak 5.946 KK atau 19.289 jiwa.

Banjir di Aceh Barat juga menumbangkan tiga tiang listrik di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen. Akibatnya wilayah tersebut gelap gulita sejak Minggu dini hari.

Manager PLN Area Meulaboh, Redi Zusanto yang ditanyai Serambi mengaku sudah menerima laporan adanya tiang listrik tumbang. Upaya penanganan segera dilakukan.

Ruas Jalan Provinsi di lintasan Jeuram-Takengon tepatnya di kawasan Pintu Angin, Puncak Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya sejak Sabtu malam hingga Minggu siang kemarin kembali longsor pada tebing gunung sepanjang 15 meter.

Informasi yang diperoleh Serambi, hingga Minggu kemarin jalur tersebut belum bisa dilintasi dikarenakan seluruh badan jalan tertutup tanah dan batu gunung.

Dampak dari longsor ini juga menyebabkan satu tiang listrik di lokasi itu patah sehingga aliran listrik ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang terganggu. Prajurit TNI dari Posramil Beutong Ateuh bersama warga hingga kemarin masih bersiaga di lokasi longsor. Hujan lebat masih mengguyur sebagian besar wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Nagan Raya, Tamarlan ST membenarkan hingga kemarin ruas jalan provinsi di lintasan Jeuram-Takengon masih tertimbun longsor. “Kami sedang memobilisasi alat berat ke lokasi,” kata Tamarlan.(riz/edi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved