Kamis, 7 Mei 2026

Pohon Kuno Ikon Kota Blangpidie Itu Tinggal Kenangan

PANTUN tersebut mengambarkan kedikdayaan satu batang pohon kayu yang tumbuh di kawasan Jalan Sentral

Tayang:
Editor: bakri

“Di Kota Blangpidie na kayee meunang

Han soe jeut tebang kayee meusawa
Ka meureutoh patoe meuriebee parang
Be be na tukang habeh binasa”
(Di Kota Blangpidie ada kayu meunang Tidak ada yang berani tebang kayu berpenghuni (penunggunya) Sudah ratusan kampak beribu bilah parang Tidak terhitung tukang sudah celaka)

PANTUN tersebut mengambarkan kedikdayaan satu batang pohon kayu yang tumbuh di kawasan Jalan Sentral atau di depan Asrama TNI Kota Blangpidie, ibukota Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Pohon berukuran raksasa itu adalah kayu jenis trembesi yang telah dililit tananam rambat, berumur ratusan tahun ditanam sejak zaman Belanda.

Keberadaan pohon besar yang tumbuh rindang itu membawa hawa sejuk Kota Dagang Blangpidie. Pada era 70-an ketika pasukan TNI dari Kompi Badak Hitam yang bermarkas di Asrama TNI sekarang ini, pohon besar tersebut sering dijadikan sarana latihan terjun tali. Atraksi ini menjadi tontonan menarik pengunjung Kota Blangpidie.

Tumbuh semakin besar dan berada di kawasan padat bangunan yang ramai ditempati warga membuat keberadaan pohon kuno itu dinilai menjadi ancaman keselamatan warga, terlebih lagi ketika musim hujan disertai angin kencang. Awal September lalu, sebagian cabang pohon besar ini patah diterpa angin, kemudian menimpa tiga unit rumah dinas TNI yang sedang dalam proses penyelesaian akhir.

Patahan pohon juga menimpa salah satu bangunan dapur rumah makan sekitar lokasi. Masih untung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kejadian itu semakin menguatkan pendapat bahwa pohon besar itu tidak bisa dipertahankan lagi. Dalam sebuah rapat khusus, dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) dan instansi terkait lainnya, Pemkab Abdya memutuskan pohon raksasa tersebut ditebang. Sebuah tim khusus dibentuk, beranggotakan berbagai kalangan. Termasuk dukungan personel TNI dan Polri, untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Persoalannya, tugas penebangan tidak bisa dilakukan orang sembarangan. Selain tumbuh di tengah pemukiman padat, termasuk lokasi perdagangan sehingga untuk menebang pohon itu butuh orang yang memiliki keahlian khusus. Sebab, selama ini pohon raksasa itu dikait-kaitkan dengan hal yang berbau mistis. Akhirnya

penebangan yang berisiko tinggi itu dipercayakan kepada Sarah Ali (49), pria asal Sinabang, sekarang menetap di Kompleks Base Camp Desa Padang Baru/Pulau Kayu, Kecamatan Susoh. Ketika orang lain angkat tangan, Sarah Ali, menyatakan siap untuk menebang pohon tua di jantung Kota Blangpidie itu.

Jasa penebangan penebangan disepakati mencapai Rp 20 juta. Begitu berisikonya penebangan tersebut, pihak Pemkab Abdya mengasuransikan Sarah Ali, selama proses penebangan. Dalam hal ini, Sarah Ali juga meneken surat pernyataan (kontrak) dengan BPBK Abdya. Isinya, sangggup melakukan penebangan sampai selesai dan tidak ada tuntutan bila terjadi sesuatu.

Pohon raksasa tersebut akhirnya memang tidak ditebang habis atau sampai ke pangkal sebagaimana perjanjian sebelumnya. Sebab ada masukan dari sejumlah tokoh masyarakat pohon besar tersebut sangat indah bila disisakan sekitar 7 atau 8 meter. Pohon yang tersisa disaran dibentuk sedemikian rupa dan bagian bawahnya dibangun taman kota sebagai tempat bermain anak-anak.

Masukan tersebut akhirnya disetujui oleh Bupati, termasuk Dandim 0110 Abdya. Sarah Ali mengaku dari sekian banyak pohon kayu yang telah ditebang di sejumlah tempat, pohon kayu di jantung kota Blangpidie tersebut merupakan ukuran terbesar.

“Amdullillah, kegiatan penebangan pohon besar ini, mampu saya selesaikan dengan selamat, meskipun selama melakukan kegiatan penebangan mengalami tantangan, termasuk terkait hal berbau ghaib,” katanya. Sebagai kenang-kenangan, Sarah Ali alias Ogek membawa pulang ke rumah sebayak dua potongan cabang pohon tersebut.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin mengatakan soal masukan pohon yang tersisa agar dihias sedemikian rupa dan di bagian bawahnya dibangun taman kota sangat tergantung program dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Abdya.(zainun yusuf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved