Polisi Periksa Tiga Pejabat Disdik Aceh

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, mulai menangani kasus

Polisi Periksa Tiga Pejabat Disdik Aceh

* Terkait Proyek Buku

BANDA ACEH - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, mulai menangani kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan buku Budi Pekerti di Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh senilai Rp 8 miliar.

Sekitar seminggu lalu, polisi telah memanggil dan meminta keterangan para pejabat Disdik Aceh, mulai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Riswan, Kasubbag Umum Rahmadani, dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Abri SPd MPd.

Bahkan, Kabid Dikdas, Abri selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek pengadaan buku tersebut telah diperiksa tiga kali, yaitu Selasa (2/1), Rabu (3/1), dan Jumat (5/1). Sementara PPTK Riswan dan Kasubbag Umum Rahmadani baru dimintai keterangan satu kali, yaitu Rabu (4/1) dan Jumat (6/1).

Terkait pemanggilan ketiga pejabat tersebut oleh pihak kepolisian, begitu santer menjadi pembicaraan, terutama di internal Disdik Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasat Reskrim Kompol Raja Gunawan SH MM yang ditanyai Serambi, Selasa (10/1) siang menjelaskan, pemanggilan ketiga pejabat Disdik Aceh tersebut baru sebatas meminta klarifikasi atau pengumpulan data-data. “Ketiga pejabat Disdik Aceh itu baru dimintai klarifikasi atau pengumpulan data-data berkenaan dengan proyek pengadaan Buku Budi Pekerti di Disdik Aceh tahun 2016, senilai Rp 8 miliar,” kata Raja.

Proyek pengadaan Buku Budi Pekerti senilai Rp 8 miliar itu memunculkan sejumlah kejanggalan, di samping diduga mengarahkan rekanan pemenang tender, pada paket proyek itu hanya menggunakan satu penerbit atau monopoli.

Seperti diberitakan, gelagat ketidakberesan dalam proyek pengadaan buku Budi Pekerti untuk SD/MI, SMP/MTSN itu pun sempat tercium oleh Komisi V DPRA.

Proyek pengadaan Buku Budi Pekerti itu dibagi empat paket. Paket I dengan pagu anggaran Rp 2,182 miliar akan disalurkan untuk anak SD/MI wilayah I yaitu Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh.

Paket II dengan nilai pagu yang sama untuk anak SD/MI wilayah II yaitu Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Nagan Raya.

Paket III dengan pagu anggaran Rp 1,9 miliar untuk SMP/MTSN wilayah I yaitu Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara, dan Lhokseumawe. Sedangkan paket IV dengan nilai pagu Rp 2,1 miliar untuk anak SMP/MTSN wilayah II yaitu Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Nagan Raya.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved