Investasi Emas Meningkat

Turunnya harga emas ke arah stabil yang saat ini di Banda Aceh Rp 1.670.000/mayam, belum termasuk ongkos

Investasi Emas Meningkat
PEDAGANG emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh merapikan emas di tokonya, Rabu (11/1). 

* Dampak Harga Turun

BANDA ACEH - Turunnya harga emas ke arah stabil yang saat ini di Banda Aceh Rp 1.670.000/mayam, belum termasuk ongkos buat atau lebih murah sekitar Rp 200 ribu/mayam dibanding pada Juli 2016 yang saat itu hampir Rp 1,9 juta/mayam, dimanfaatkan ramai-ramai oleh warga untuk membeli atau menabung barang berharga ini untuk investasi.

Hal ini disampaikan Pemilik Toko Emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal dan Asisten Manager Penjualan PT Pegadaian Syariah Area Aceh, Fauzi Gazali SE menjawab Serambi secara terpisah, Rabu (11/1).

Menurut Murizal, di antara meningkatnya pembeli emas saat ini, umumnya kalangan pedagang mencapai 70 persen, seperti pedagang sembako. Pembeli selanjutnya kalangan PNS, serta ibu rumah tangga, termasuk ada juga yang membeli emas perhiasan untuk mahar kawin.

“Tapi dalam minggu ini banyak pedagang yang beli emas untuk investasi mulai 10 mayam sampai 50 mayam,” katanya.

Menurutnya, hal ini dilakukan oleh para investasi emas yang umumnya pedagang itu karena di saat harga emas mahal, maka dapat dijual kembali untuk tambahan modal. Harga “si kuning” di Banda Aceh hingga Rabu (11/1) Rp 1.670.000 per mayam, belum termasuk ongkos buat.

Sedangkan meningkatnya daya beli barang berharga ini, kata Murizal sudah sejak akhir Desember 2016 dan masih berlangsung hingga kini.

“Meningkatnya sampai 70 persen karena harga emas turun. Pada bulan Juli 2016, harga emas hampir Rp 1,9 juta per mayam, kemudian turun pelan-pelan dan kini sudah Rp 1.670.000 per mayam. Jadi turunnya lebih kurang Rp 200 ribu per mayam dibanding Juli 2016,” sebut Murizal.

Sementara itu, Asisten Manager Penjualan PT Pegadaian Syariah Area Aceh, Fauzi Gazali SE ketika menjawab Serambi secara terpisah kemarin, mengatakan turunnya harga ini juga berpengaruh meningkatnya nasabah menabung emas melalui produk tabungan emas.

“Terjadi kenaikan tajam jumlah penabung dari total emas yang dijual. Bulan Desember 2016 saja jumlah dana yang masuk ke tabungan emas di Pegadaian dari masyarakat mencapai Rp 1,9 miliar, yaitu dengan total sale sebesar 3,5 kilogram emas,” sebutnya.

Selain itu, kata Fauzi pada awal tahun ini juga banyak yang menebus emas yang sebelumnya digadaikan. Rata-rata dari kalangan swasta dan ibu rumah tangga mulai 1 mayam hingga 50 mayam.

“Ini mungkin karena dana APBD maupun proyek sudah cair, sehingga banyak yang melakukan pelunasan atau tebus. Selain tebus emas, juga ada yang tebus mobil. Maka dari 18 outlet Pegadaian di Banda Aceh dana yang terkumpul dari tebus emas dan mobil Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar,” demikian Fauzi. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved