Galus-Abdya Putus
Jalur transportasi dari Gayo Lues (Galus) ke Babahrot, Aceh Barat Daya (abdya) putus total dalam lima
* Longsor Tutupi Badan Jalan di Terangun
BLANGKEJEREN - Jalur transportasi dari Gayo Lues (Galus) ke Babahrot, Aceh Barat Daya (abdya) putus total dalam lima hari terakhir ini. Material longsor yang menutupi badan jalan di kawasan Tongra dan Arul Rutin, Kecamatan Terangun, Gayo Lues belum juga dibersihkan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Berdasarkan informasi dan pantauan Serambi, di salah satu lokasi longsor di Kecamatan Terangun, jalur Blangkejeren-Babahrot, Abdya, Kamis (12/1) petang, belum ada kendaraan yang melintas. Bahkan tidak ada alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang turun dari perbukitan, berupa lumpur dan pepohonan serta bebatuan besar.
Dari dua lokasi longsor, salah satunya mulai dibersihkan yakni di Arul Rutin melalui Simpang Pasir, Terangun. “Material longsor di Tongra belum juga dibersihkan, sehingga arus transportasi dari Galus ke Abdya dan sebaliknya masih lumpuh,” jelas Jamal, salah satu perangkat desa di Terangun yang didampingi sejumlah warga, Kamis (12/1).
Sedangkan Kapolres Galus melalui Kapolsek Terangun, Ipda Sugeng, Kamis (12/1) mengatakan arus transportasi dari Blangkejeren ke Blangpidie masih putus. Dia mengungkapkan longsor yang memutuskan badan jalan sudah berlangsung beberapa hari lalu, seusai kawasan ini diguyur hujan deras, terutama di Arul Rutin.
Sugeng menyatakan kawasan terparah diterjang longsor berada di kawasan Tongra dan telah terjadi sejak Minggu (8/1) malam. Dia mengungkapkan, material longsor yang menutupi badan jalan provinsi di Arul Rutin mulai dibersihkan oleh PT Lembah Alas yang merupakan rekanan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan dari Blangkejeren ke Babahrot, Abdya.
Sebelumnya, para mahasiswa kampus Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Gayo Lues (Galus) mendesak Pemprov Aceh untuk segera memperbaiki jalan provinsi yang telah rusak beberapa tahun. Salah satunya, jalan dari Blangkejeren ke Terangun yang merupakan satu-satunya jalur menuju kampus Unsyiah di Blangnangka.
Jalur Blangkejeren-Terangun dilalui warga dari empat kecamatan, selain lintasan menuju kampus PDD Unsyiah Galus. Jalan yang rusak terdapat di
kawasan simpang Arul Bahtin, Rikit Dekat, Aih Kurik, Rema Tampeng, Peparik, Ketukah, Simpang Pasir dan Arul Rutin. Bahkan masih banyak dijumpai di beberapa lokasi lainnya.
Salah seorang mahasiswa PDD Unsyiah, Rahmin kepada Serambi, Kamis (5/1) mengatakan pemerintah diminta untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. “Lintasan itu, satu-satunya jalur alternatif yang setiap saat dilalui oleh
mahasiswa menuju kampus,” ujar Rahmin yang didampingi sejumlah mahasiswa lainnya.
Menurut mahasiswa PDD Unsyiah Galus, jalan Blangkejeren-Terangun dibiarkan rusak parah dalam beberapa tahun terakhir ini. Padahal, sebutnya, sudah cukup banyak pengendara yang mengeluhkan lintasan lintasan tersebut, tetapi belum ada upaya serius dari intansi terkait dalam hal ini Pemerintah Aceh.
“Jangan biarkan masyarakat terus mengeluh dan membiarkan korban terus berjatuhan di lintasan Blangkejeren-Terangun yang dilalui warga dari empat kecamatan,” ujar mahasiswa semester enam tersebut.(c40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tertimbun-longsor-di-kecamatan-terangun_20170113_091755.jpg)