Breaking News:

Pimpinan DPRA tak Hadir, Rapat Banggar PPAS Batal

Ketua DPRA, Muharuddin menjadwalkan rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRA pada Jumat (13/1) kemarin, pukul 14.30 WIB

Plt Gubernur Aceh, Soedarmo bersama Ketua DPRA, Muharuddin keluar dari ruangan usai pertemuan tertutup, di DPRA, Banda Aceh, Rabu (4/1). SERAMBI/BUDI FATRIA 

Tapi aampai pukul 17.00 WIB, tidak satu pun pimpinan DPRA yang terlihat di ruang Banggar. Juga tak ada SMS maupun WhatsApp (WA) tentang pengunduran jadwal rapat yang dikirimkan ke masing-masing anggota DPRA, baik oleh Sekretariat DPRA maupun Pimpinan DPRA.

Atas dasar itu, anggota Banggar DPRA yang berada di ruang Banggar mengambil inisiatif ke luar dari ruang Banggar dan masuk ke ruang komisinya masing-masing. Sebagiannya langsung pulang meninggalkan Gedung DPRA. Hingga menjelang Isya tadi malam, mereka tak lagi kembali ke Gedung DPRA.

Ibrahim mengatakan, biasanya kalau rapatnya ditunda, Sekretariat DPRA atau Pimpinan DPRA kembali memberitahukannya kepada anggota lewat SMS atau WA.

Tapi, kata T Ibrahim, untuk rapat Banggar sudah lewat pukul 17.00 WIB, sementara jadwal rapatnya pukul 14.30 WIB. Tapi belum ada satu pimpinan DPRA pun yang hadir ke ruang rapat Banggar, apakah itu Ketua DPRA, Muharuddin, maupun dua wakilnya, Irwan Djohan dan Dalimi. “Apa sebab mereka tidak hadir sampai pukul lima sore, belum ada pemberitahuan kepada anggota Banggar DPRA,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPRA, Iskandar Daoed yang ditemui Serambi di ruang kerjanya mengatakan, ia sudah hadir di Gedung DPRA pada pukul 14.45 WIB. Tapi karena pada waktu itu belum satu pun Pimpinan DPRA yang hadir, ia terus melanjutkan kerja rutinnya. Antara lain, menindaklanjuti surat-surat yang masuk dari berbagai lembaga dan masyarakat kepada Sekretariat DPRA untuk disikapi.

Menurutnya, laporan hasil pembahasan KUA dan PPAS maupun pra-pembahasan RKA RAPBA 2017 dengan mitra kerja sudah selesai disusun, dan siap disampaikan dalam rapat Banggar DPRA yang telah dijadwalkan sebelumnya oleh Ketua DPRA, Muharuddin, pada pukul 14.30 WIB. Tapi, kata Iskandar Daoed, sampai pukul 18.00 WIB telah ditunggu, tapi rapat Banggar belum juga dimulai. “Lalu, kepada siapa laporan hasil pembahasan Komisi VI ini disampaikan?” ujarnya penuh kebingungan.

Jika hasil pembahasan KUA dan PPAS 2017-nya saja belum disampaikan dan dibahas dalam rapat Banggar DPRA, kata Iskandar, kapan lagi pelaksanaan penandatanganan dokumen KUA dan PPAS 2017-nya untuk bisa melangkah ke tahapan berikutnya. Yaitu, pembahasan RKA dan sidang paripurna untuk pengesahan RAPBA 2017 senilai Rp 14,5 triliun. “Kalau seperti ini kejadiannya, tak ada solusi, maka keinginan mengqanunkan APBA 2017 semakin jauh,” kata

Iskandar mengatakan, hasil pembahasan Komisi VI ini perlu disampaikan Daoed.
Karena rapat siang kemarin urung terlaksana dan belum jelas lagi kapan akan dilaksanakan, ini akan memperlambat pengesahan Raqan RAPBA 2017 yang dijadwalkan akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPRA pada 17 Januari mendatang. (her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved