Kamis, 9 April 2026

Dekorasi Pelaminan Tradisional dan Modifikasi Makin Diminati

Pemilihan dekorasi pelaminan menjadi suatu hal yang penting dan spesial, serta sangat diperhatikan

Editor: bakri
DEKORASI pelaminan tradisional dari Mutia Sukma, Banda Aceh yang diminati pengantin saat ini. 

BANDA ACEH - Pemilihan dekorasi pelaminan menjadi suatu hal yang penting dan spesial, serta sangat diperhatikan menjelang hari resepsi pernikahan. Saat ini di Banda Aceh tren dekorasi pelaminan yang makin diminati oleh tiap pasangan pengantin yaitu tradisional dan modifikasi.

Owner Mutia Sukma Decoration, Cut Ririn Pratiwi kepada Serambi, Senin (16/1) mengatakan dekorasi pelaminan tradisional memadukan warna-warna khas Aceh, yaitu merah, kuning, hijau, serta juga kasab Aceh.

“Banyak yang memilih dekorasi ini karena biasanya ingin memperlihatkan adat Aceh kepada para tamu, apalagi kalau ada tamu-tamu dari luar Aceh. Selain pada pelaminan, ada juga permintaan untuk photo booth dan tempat makan dengan tetap menggunakan dekorasi tradisional,” katanya.

Ririn menambahkan pihaknya pernah diminta oleh keluarga Kerajaan Trengganu, Malaysia untuk mendekorasi pernikahan anaknya dengan dekorasi pelaminan Aceh. “Pas main ke Aceh untuk urusan bisnis, mereka melihat kita lagi dekor pelaminan Aceh di Hotel Hermes Palace, dan mereka suka dengan dekorasi tersebut, sehingga diminta untuk mendekor pelaminan pernikahan anaknya,” tutur Ririn yang kini meneruskan usaha orang tuanya di bidang industri kreatif tersebut.

Dikatakan Ririn, ketertarikan keluarga Kerajaan Trengganu terhadap pelaminan Aceh karena pelaminan itu terlihat mewah sebab dipadukan dengan benang-benang emas. Bahkan, kini pelaminan itu sudah dibeli oleh keluarga kerajaan tersebut untuk digunakan pada pernikahan anak-anaknya yang lain.

“Orang luar Aceh sangat menghargai adat budaya kita, maka itu kita juga harus lebih menghargai adat budaya yang kita miliki. Sudah hampir 30 tahun menjalani bisnis ini, kita tetap mempertahankan adat dan budaya Aceh dalam setiap pelaminan yang kita dekor,” tambah Ririn.

Seiring berkembangnya zaman, maka dekorasi pelaminan juga mengalami modifikasi dengan memadukan konsep nasional dan Aceh. Menurut Ririn, modifikasi tersebut terdapat pada warna dan bentuk pelaminan, serta konsepnya itu lebih menggunakan styrofoam, penambahan bunga-bunga segar, dan serba putih. Salah satu pelaminan yang dimodifikasi yaitu, seperti konsep Aceh-Maroko maka modifikasi yang dilakukan lebih pada warna dan properti yang digunakan, antaranya ada lampu maroko.

“Permintaan untuk dekorasi pelaminan tradisional dan modifikasi saat ini sama banyaknya, bisa dikatakan fifty fifty. Selain dari seluruh Aceh, juga ada dari Medan. Sementara untuk harganya, maka tergantung dari konsep yang diinginkan,” kata Ririn yang tidak ingin menyebutkan harga dari tiap pelaminan tersebut. (una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved