Diburu Wisatawan, Tempat Para Petapa di Kaki Samudera Hindia

Konon dahulu kala Gua Tambego merupakan tempat bersemadi orang-orang sakti bertapa mengasingkan diri

Diburu Wisatawan, Tempat Para Petapa di Kaki Samudera Hindia
WARGA berada di gua Tambego, di kaki Pulau Tuangku, Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Sabtu (14/1). 

* Menelusuri Gua Tambego di Kepulauan Banyak

Konon dahulu kala Gua Tambego merupakan tempat bersemadi orang-orang sakti bertapa mengasingkan diri dari keramaian dan hiruk pikuk dunia. Namun belakangan gua ini dijadikan tempat wisata dan petualangan para turis.

BURUNG elang terbang mengelilingi pucuk meranti. Sesekali terdengar suara siulan murai ditingkahi deburan ombak yang tak pernah sunyi. Suasana alam yang syahdu ini mewarnai perjalanan Serambi menelusuri Gua Tambego, yang tersembunyi di kaki Pulau Tuangku, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Sabtu (14/1).

Gua Tamabego berdiameter kira-kira delapan meter, sekilas mirip mulut raksasa yang sedang menganga. Gua yang belum diketahui kedalamannya itu berada di balik rimbunnya pohon beringin serta deretan meranti di pulau yang menjulang tinggi. Mulut gua berada sekitar semeter dari permukaan air laut dengan batu karang tersusun rapi sebagai tembok penopang alami.

Memasuki dalam aroma lembab menusuk hidung dengan permukaan yang licin. Semakin masuk ke dalam, ruang gua makin sempit dan berkelok. “Sudah sampai di sini saja ke dalam gelap serta sempit,” kata Ahmad Rivai, sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Singkil, yang menjadi kepala petualangan menelusuri Gua Tambego.

Konon dahulu kala Gua Tambego merupakan tempat bersemadi orang-orang sakti bertapa mengasingkan diri dari keramaian dan hiruk pikuk dunia. Namun belakangan gua ini dijadikan tempat wisata dan petualangan para turis.

Dari lokasi mulut gua pengunjung dapat memandang riak dengan menghadirkan nuansa ketenangan. Belum lagi deretan sembulan pulau-pulau kecil yang berada di seberang mulut gua semakin memanjakan pandangan. Perlu usaha keras untuk mencapai Gua Tambego di kaki pulau Samudra Hindia. Untuk sampai di lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan boat dengan waktu selama lima jam dari Singkil. Letaknya yang tersembunyi di balik pepohonan terkadang dapat menyulitkan pengunjung pemula.

“Bagi yang belum pernah sulit menemukan, sebaiknya pakai pemandu,” ujar relawan RAPI Aceh Singkil Jz 01 RKC, Nuar yang menjadi pemandu tim.Saat Nuar memandu speed boat membawa Ahmad Rivai, sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Singkil, serta pelancong lainnya Si Win, Edi serta Serambi, ia harus memutar beberapa kali sebelum akhirnya menemukan mulut Gua Tambego di bagian Pulau Haloban.

Secara umum Kepulauan Banyak terbagi dua kecamatan. Kecamatan Pualau Banyak dan Kecamatan Pualau Banyak Barat, tempat gua Tambego berada. Dua wilayah itu memiliki berbagai objek wisata menarik. Mulai dari deretan gugusan kepulauan eksotik menyembul di atas permukaan Samudera Hindia, terumbu karang serta surga bagi pemancing ikan karang.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved