Pilkada 2017

Yus Yunus Hibur Massa Tarmiyus-Khalidin

Pasangan cabup dan cawabup Pidie, Teuku Tarmiyus dan Khalidin Daod menggelar kampanye akbar di lapangan

Yus Yunus Hibur Massa Tarmiyus-Khalidin
Pasangan calon bupati/wakil bupati pidie nomor urut 1, Ir HT Tarmiyus/Khalidin Daud SPd menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka, Minggu (22/1) di lapangan bolakaki Persimura, Kecamatan Mutiara, Pidie. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

SIGLI - Pasangan cabup dan cawabup Pidie, Teuku Tarmiyus dan Khalidin Daod menggelar kampanye akbar di lapangan sepakbola Mutiara, Beureunuen, Pidie, Minggu (22/1) sore. Kampanye pasangan nomor urut 1 ini dimeriahkan dengan penampilan artis dangdut nasional, Yus Yunus.

Kampanye pasangan cabup Pidie ini juga diperkuat jurkam Ghazali Abbas Adan (anggota DPD-RI), Tgk Saiful Bahri, serta sejumlah jurkam lainnya. Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap tampak mengawal ketat seluruh rangkaian kegiatan.

Teuku Tarmiyus dalam pidato politiknya mengatakan, jika dirinya terpilih menjadi bupati, maka yang pertama dibenahi adalah masalah pertanian. Sebab, Pidie merupakan daerah pertanian dengan hamparan sawah yang subur. Untuk itu, perlu kepada pemimpin yang mengerti kepada keluhan petani selama ini. Keluhan krisis air dan pupuk yang dirasakan petani selama ini harus dituntaskan sehingga hasil panen padi bisa menggenjot kehidupan petani.

Kecuali itu, kata T Tarmiyus, selama ini hasil panen padi dijual ke Medan (Sumatera Utara) akibat pengusaha kilang padi di sini kekurangan modal. Tapi, ketika padi berhasil diolah menjadi beras, maka Medan akan menjual kembali ke Pidie. “Kami akan menghentikan penjualan padi ke Medan, pengusaha kilang padi harus diberdayakan,” jelasnya.

Tarmiyus menambahkan, jika pasangannya terpilih akan dibangun pabrik es bagi nelayan di setiap tempat pelelangan ikan (TPI). “ Pidie perlu pemimpin yang bisa meyakinkan Jakarta untuk bisa mengalirkan dana dalam memperbaiki sarana dan prasarana bagi petani dan nelayan,” jelasnya.

Kata dia, terhadap pembangunan rumah duafa juga akan menjadi prioritas dirinya. Nantinya, masyarakat miskin tidak perlu membuat proposal untuk mendapatkan rumah. “Kita akan turun sendiri ke lapangan mendata jumlah rumah duafa, sekaligus membangun rumah tersebut,” kata Tarmiyus.

Sementara cawabup Khalidin Daod menjelaskan, untuk membangun Pidie tidak boleh dilakukan dengan mengandalkan kelompok, akan tetapi harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat. Sebab, jika dilakukan dengan kelompok sampai kiamat tidak akan membuahkan hasil. “Kalau kami menjadi pemimpin Pidie akan menghilangkan kepentingan kelompok dalam membangun Pidie,” katanya.(naz/c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved