Pegawai Rutan Idi Berstatus Tersangka

Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, mengatakan pihaknya telah menetapkan satu pegawai Rumah Tahanan

Pegawai Rutan Idi Berstatus Tersangka

* Terkait Kaburnya Napi

IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, mengatakan pihaknya telah menetapkan satu pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Idi, sebagai tersangka dalam kasus kaburnya narapidana M Iqbal (26) beberapa waktu lalu.

“Untuk sementara, baru satu orang yang kami naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Yaitu pegawai Rutan Idi bernama Husni (31), warga Kota Langsa,” ungkap Kapolres AKBP Rudi Purwiyanto, Selasa (24/1).

Ditetapkannya Husni sebagai tersangka, berdasarkan serangkaian pemeriksaan terhadap dirinya yang menjadi petunjuk untuk penetapannya sebagai tersangka. “Atas kelalaian yang bersangkutan dalam jabatannya sebagai pegawai Rutan Idi, menyebabkan satu napi kabur,” jelas Kapolres. Saat ini, pihak Polres Aceh Timur masih mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

Sebelumnya diberitakan, dua pria berpakaian loreng dilaporkan membawa kabur seorang narapidana dari Rutan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Sabtu (7/1) pukul 19.15 WIB. Napi yang dibawa kabur bernama M Iqbal bin Idris (26) warga Gampong Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak.

Kepala Rutan Idi, Yusnaidi, mengatakan bahwa Iqbal merupakan terpidana dalam kasus narkoba. Ia divonis penjara 16 tahun oleh Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur. “Namun kasusnya belum inkrah karena masih dalam proses banding ke Pengadilan Tinggi,” kata Yusnaidi.

Informasi yang dikumpulkan Serambi, kejadian tersebut diawali dengan keedatangan satu mobil Avanza warna hitam BK 1220 KZ, pada pukul 19.15 WIB. Mobil itu parkir tepat di depan teras masuk Rutan Idi Rayeuk, yang berada di tepi jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Gampong Jalan.

Dari mobil itu, turun dua laki-laki berpakaian loreng tanpa membawa senjata. Sementara, seorang lainnya yang duduk di kursi sopir, menunggu di dalam mobil. Kemudian kedua pria itu masuk ke kompleks Rutan dan menggedor pintu portir (pintu masuk rutan).

Saat petugas jaga, Husni (30) menanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka, para pelaku memperlihatkan bungkusan plastik warna merah, sambil mengatakan hendak menitipkan makanan kepada M Iqbal. Husni pun kemudian meminta tahanan pendamping bernama Zaki, untuk memanggil M Iqbal ke dalam sel. Saat M Iqbal tiba di ruang portir, kedua pria berpakaian loreng ini meminta petugas jaga membuka pintu portir untuk memberikan makanan secara langsung kepada M Iqbal.

“Ketika petugas jaga membuka pintu portir, kedua pria itu langsung mendobrak masuk ke dalam, mereka langsung memegang tangan M Iqbal dan bertanya ‘mana uang teman saya’ sambil menyeret M Iqbal masuk ke mobil mereka, dan langsung tancap gas ke arah Banda Aceh,” jelas Yusnaidi.

Saat kejadian itu, jelas Yusnaidi, di ruang portir hanya ada satu orang penjaga. Sedangkan penjaga lainnya berada di dalam blok, karena waktu itu baru selesai shalat magrib.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved