Tokoh Oposisi Sadiq al-Mahdi Kembali ke Sudan Setelah 2 Tahun Asingkan Diri

Dia digulingkan pada tahun 1989 oleh kekuatan aliansi kelompok Islam dan militer.

Tokoh Oposisi Sadiq al-Mahdi Kembali ke Sudan Setelah 2 Tahun Asingkan Diri
ASHRAF SHAZLY / AFP
Pemimpin oposisi Sudan dan mantan Perdana Menteri Sadiq al-Mahdi saat berbicara dalam konferensi pers di Khartoum, 26 Januari 2010. 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Tokoh oposisi Sudan Sadiq al-Mahdi kembali ke negaranya, setelah menghabiskan masa dua tahun dalam pengasingan, Kamis (26/1/2017).

Seperti diberitakan Reuters, Mahdi yang menjadi pimpinan salah satu partai politik tertua di Sudan adalah perdana menteri terakhir Sudan yang dipilih secara demokratis.

Dia digulingkan pada tahun 1989 oleh kekuatan aliansi kelompok Islam dan militer.

Dua kekuatan itu menjadi pilar bagi Partai Kongres Nasional, pengusung Presiden Omar Hassan al-Bashir.

Selanjutnya, pada tahun 2014, Pemerintah Sudan menuduh Mahdi bersekongkol dengan pemberontak bersenjata.

Tuduhan itu bisa membuatnya dijatuhi hukuman mati. Mahdi pun mengasingkan diri ke Kairo, Mesir, sejak saat itu.

Diberitakan AFP,  putri Mahdi, Mariam al-Mahdi, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Partai Umma memastikan kepulangan ayahnya. 

Perempuan itu mengatakan, pemerintah Sudan menghambat sejumlah pendukung Mahdi yang hendak menyambut kedatangan ayahnya di bandara. 

Mahdi memegang jabatan sebagai perdana menteri pada periode 1966 hingga 1967 dan tahun 1986 hingga 1989.

Dalam sebuah pernyataan tertulis di bulan November lalu, Mahdi menyerukan aksi pemogokan selama tiga hari untuk melawan rezim Bashir.

Aksi ini dilakukan menyusul pemotongan angka subsidi bahan bakar dan sejumlah persoalan ekonomi di negeri itu. 

Bashir diincar oleh mahkamah kriminal internasional atas tuduhan kejahatan perang dan genosida yang dilakukannya dalam konflik di Darfur.

Bashir pun dituduh melakukan upaya penekanan sistematis terhadap kelompok oposisi di mana Mahdi berdiri. 

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved