Breaking News:

Citizen Reporter

Chunyun, Tradisi Mudik di Cina

TRADISI mudik ternyata tak cuma ada di Indonesia. Di Kota Wuhan, Tiongkok pun tradisi mudik ada

Editor: hasyim
Chunyun, Tradisi Mudik di Cina
MULIA MARDI

MULIA MARDI, Mahasiswa Master Wuhan University, Duta Wisata Aceh Besar 2013, melaporkan dari Tiongkok

TRADISI mudik ternyata tak cuma ada di Indonesia. Di Kota Wuhan, Tiongkok pun tradisi mudik ada. Jika di Indonesia mudik biasanya terjadi pada Hari Raya Idul Fitri, warga Tirai Bambu ini justru mudik pada Tahun Baru Imlek, sebagai Tahun Baru Cina.

Chunyun yang bermakna “pergerakan musim semi” identik dengan tradisi mudik ala Cina yang disebut-sebut sebagai mudik massal terbesar di dunia. Tradisi mudik tahunan ini disebut juga sebagai migrasi manusia terbesar di dunia.

Wuhan, kota tempat saya tinggal sekarang, sudah terasa sepi baik di lingkungan kampus maupun di sisi perkotaan. Di tahun ayam ini sangat bertepatan dengan liburnya semester di semua universitas Cina, para mahasiswa sudah mudik setelah ujian selesai. Apalagi di lingkungan kampus saya, Wuhan University, sudah sangat sepi. Sebagian kantin dan supermarket sudah tutup menghadapi Imlek.

Warga Tiongkok sendiri tidak terlalu risau pulang kampung dengan berdesakan dan menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Bayangan bertemu keluarga sedikitnya menjadi penawar letih di perjalanan. “Saya akan menangis jika tidak bertemu dengan keluarga saya. Mungkin kelurga saya juga merasa hal yang sama jika salah satu anggota tidak bisa berkumpul,” kata Zhixuan, teman kampus saya di Wuhan University.

Pemerintah Cina menetapkan Imlek yang akan jatuh pada 27 dan 28 Januari. Artinya, di Cina proses mudiknya pulang ke kampung halaman akan berjalan 1-2 minggu sebelumnya. Melihat tradisi unik yang hiruk-pikuk biasanya akan berlangsung selama 30 hari sejak 12 Januari hingga 17 Febuari. Padahal, secara resmi libur nasional tahun baru hanya tujuh hari, sekitar 24-31 Januari. Tapi ancang-ancang mereka libur kurang lebih sebulan selama Imlek ini.

Lebih dari 45 juta perjalanan melalui udara diprediksi terjadi tahun ini menjelang Imlek, meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Kementerian Transportasi Tiongkok memprediksi, tahun ini akan ada 2,5 miliar perjalanan warga pulang kampung, baik via udara dan darat. Fakta lainnya, penjualan tiket kereta api juga meroket dari hari biasanya. Lebih dari 1.000 tiket tiap menit dibeli warga yang ingin mudik.

Minggu lalu saat ke bandara mengantar teman yang akan pulang ke Indonesia, saya lihat beberapa pos aparat pengamanan (polisi atau tentara) dipusatkan dalam lingkungan bandara. Ini salah satu langkah pengamanan dari Pemerintah Tiongkok, antisipasi menyusul penyerangan dengan senjata tajam yang dilakukan kelompok separatis atau gangguan lainnya, juga memberikan rasa aman di tempat keramaian tersebut.

Ada tiga faktor pendorong tradisi Chunyun ini. Pertama, tradisi berkumpul keluarga pada perayaan Imlek atau yang dikenal juga dengan nama Festival Musim Semi ini adalah liburan keluarga paling penting di Tiongkok. Di saat-saat ini, jutaan orang berharap bisa bertemu keluarga dan kawan lama di kampung halaman. Mungkin tidak jauh berbeda dengan di Indonesia di saat mudik Idul Fitri ingin berkumpul dengan kerabat dan saudara.

Kedua, reformasi pendidikan di Tiongkok membuat mahasiswa berdatangan dari daerah ke kampus-kampus favorit di kota-kota besar. Bagi siswa-siswi yang akan melanjutkan studi ke jenjang universitas akan memilih atau mendaftar ke kampus favoritnya selama musim libur panjang.

Ketiga, karena warga ingin menikmati libur panjang yang jarang terjadi di Tiongkok. Ini disebut juga spring festival atau pergantian musim dingin ke musim semi. Nah, karena kebanyakan pekerja Tiongkok tidak mendapatkan cuti berbayar, sehingga liburan Imlek sangat mereka nanti-nantikan. Ya, begitulah Imlek mereka rayakan dengan fokus pulang kampung alias mudik.

Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved