Dinding Besi Baja Penahan Tebing Krueng Tingkeum Ambruk

Mesin pompa air tersebut baru dibangun tahun 2016 sumber dana desa untuk mengairi 35 hektar sawah tadah hujan dan baru dua kali memompa air.

Dinding Besi Baja Penahan Tebing Krueng Tingkeum Ambruk
SERAMBINEWS.COM/Yusmandin Idris

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN– Dinding dari besi baja (sheet file) yang dibangun PT Arun tahun 1990 sebagai penahan abrasi Krueng Tingkeum di Desa  Pante Baro Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen ambruk ke dasar sungai  sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (30/01/2017) kemarin.

Penahan tebing tersebut dipasang PT Arun dengan kedalaman 12 meter lebih dalam sungai untuk menguatkan tebing dan mencegah abrasi. [BERITA Sore Ambruknya Dinding Besi Baja Dengar Di SINI]

Dinding yang ambruk sepanjang 125 meter, sisanya sekitar 100 meter lebih. Dampaknya adalah abrasi di kawasan itu meluas, satu rumah mesin pompa air untuk mengairi air ke  sawah tadah hujan, satu gudang pengambilan air untuk PDAM Krueng Peusangan terancam.

Kemudian water intake  lokasi pengambilan air untuk provita Lhokseumawe, badan jalan yang akan digunakan untuk jalur alternatif terancam.

Penyebab ambruknya penahan tebing menurut kepala Desa Pante Baro Buket Panyang Muslim dan Mukim  Simpang Baro, Peusangan Siblah Krueng, Mahdi Ismail,  selain faktor bencana alam juga terdapat usaha galian C menggunakan pipa penyedot pasir  di lokasi itu  tahun 2006 secara tradisional dan beberapa tahun terakhir menggunakan pipa penyedot pasir  yang dipasang ke dalam sungai.

Serambifm.com
Serambifm.com

Keuchik Pante Baro Buket Panyang, kemarin sore mendapat informasi tebing sungai dari plat baja sudah ambruk, warga bergegas memindahkan satu mesin pompa air di gudang dekat sungai khawatir ambruk.

Mesin pompa air tersebut baru dibangun tahun 2016 sumber dana desa untuk mengairi 35 hektar sawah tadah hujan dan baru dua kali memompa air.

 “Sekarang sawah tadah hujan yang padinya mulai berbuah mengalami kekeringan karena air tidak bisa dipompa lagi,” ujarnya.  Menjawab Serambinews.com menyangkut usaha galian C di lokasi itu, keuchik mengatakan tanah tersebut merupakan tanah PT Arun, usaha galian C dilakukan oleh warganya sejak tahun 2006 lalu, sekitar 200 orang menggantungkan usaha tersebut sebagai sumber nafkah keluarga. 

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved