Pantai Laweung di Pidie, Buat Kamu Penggemar Foto dan Kulineran
Pantai yang berlokasi di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie ini mempunyai dermaga berbentuk letter L yang terbilang panjang.
Penulis: Nurul Hayati | Editor: Yusmadi
Laporan Nurul Hayati | Pidie
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Buat kamu yang suka hunting foto, Pantai Laweung mungkin bisa menjadi salah satu alternatif.
Pantai yang berlokasi di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie ini mempunyai dermaga berbentuk letter L yang terbilang panjang.
Berlatarkan gugusan pohon kelapa yang melambai-lambai di bibir pantai.
Di sini aktivitas nelayan terlihat menggeliat dengan keberadaan boat warna warni yang ditambat rapi di kedua sisi dermaga.
Riuh para nelayan dan bocah-bocah pesisir lebur bersama wisatawan lokal yang menyambangi pantai di perbatasan Kabupaten Pidie dan Aceh Besar tersebut.
Buat kamu yang suka kulineran, jangan lewatkan makanan khas Pantai Laweung yaitu mi sure.
Sure berasal dari bahasa lokal yang bermakna tongkol.
Mi sure adalah mi instan yang dimasak dengan cara ditumis dan diberi potongan tongkol.
Sekilas terlihat biasa, namun rasanya juara.
Ikan yang dipakai adalah tongkol segar hasil tangkapan nelayan setempat yang baru mendarat.
Dipotong-potong dadu dan tidak berbau amis.
Sementara kuahnya serupa bumbu kari yang ditumis dan menguarkan aroma menggoda.
Endes.
"Udah lama dengar kelezatan mi sure, tapi baru kali kesampaian makan. Rasanya juara, apalagi potongan tongkolnya sama sekali tidak amis dan langsung diolah dalam kondisi segar," ujar Lili, wisatawan lokal.
Namun uniknya, di sini pengunjung harus berburu ikan tongkol sendiri.
Seperti pengalaman saat Serambinews menyambangi Pantai Laweung, Minggu (29/1/2017).
Mendatangi nelayan yang menambatkan boat dengan membawa hasil tangkapannya melaut hari itu.
Jika beruntung, kamu bisa bertemu dengan perempuan-perempuan yang mengasong tongkol segar.
Harganya tergantung cuaca, yaitu sekitar Rp 10 ribu per ekor.
Jumlahnya cukup untuk campuran dua porsi mi.
Sementara untuk menyantap seporsi mi sure, cukup membayar tak lebih dari 10 ribu saja.
Jika tongkol sudah di tangan, silahkan datangi pondok makan dan serahkan ke koki untuk diolah.
Sembari menunggu pesanan datang, ayo ayunkan langkah menyusuri setiap lekuk Pantai Laweung.
Menunggu pesanan tiba bukanlah pilihan tepat, mengingat antrean pengunjung yang mengular di pondok makan tersebut.
Sedang muka pondok, dermaga sepanjang sekitar 5 meter menunggu untuk didatangi.
Dari sini kamu bisa melempar pandang menatap wajah Pantai Laweung yang menawan.
Dari sini pula, spot terbaik untuk memotret landscape Pantai Laweung.
Dari ketinggian dermaga, kamu juga bisa melihat atraksi perenang atau ikutan menceburkan diri ke pantai yang terbilang cantik namun belum terkelola baik itu.
Mau sambil memancing atau berpose ria? Bisa.
Apapun pilihannya, Pantai Laweung siap mengajak kamu menghabiskan sore ceria dengan penuh cerita.
Menuju lokasi
Pantai Laweung berjarak sekitar 2 jam berkendara dari ibukota provinsi, Banda Aceh atau sekira 45 menit dari ibukota Kabupaten Pidie, Sigli.
Kamu bisa menumpang minibus jurusan Sigli atau Medan dengan melintasi Jalan Nasional Banda Aceh - Medan yang dikenal sebagai Jalur Lintas Sumatra (Jalinsum).
Setiba di Persimpangan Laweung mengambil arah ke kiri dan melanjutkan perjalanan memakai jasa angkot.
Bisa juga memakai kendaraan pribadi baik roda dua atau roda empat.
Hanya saja kondisi jalannya meski pun sudah teraspal, namun sudah banyak berlubang di sana sini sehingga mengurangi kenyamanan pelintas.
Pun begitu, keseruan yang ditawarkan Pantai Laweung akan membuat penat perjalanan kamu terbayar lunas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pantai-laweung_20170201_213034.jpg)