Pungut Biaya dari Pasien Itu Pungli

Anggota DPRK Langsa, Maimul Mahdi, kepada Serambi mengaku sangat kecewa mendengar adanya pungutan biaya

Pungut Biaya dari Pasien Itu Pungli

Anggota DPRK Langsa, Maimul Mahdi, kepada Serambi mengaku sangat kecewa mendengar adanya pungutan biaya Rp 3 juta dari pasien Asnidar saat hendak dilakukan operasi pengambilan batu ginjal beberapa waktu lalu. Uang tersebut diduga dikutip oleh dokter spesialis urologi di RSUD dr Zubir Mahmud itu, dr Zulfian Hasibuan SpU.

Maimul meminta pihak manajemen rumah sakit maupun pihak BPJS menelusuri kasus pungutan biaya untuk pasien BPJS itu dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum dokter. Soalnya, sesuai aturan, pasien miskin yang memegang kartu BPJS tidak dibebankan biaya saat berobat di rumah sakit.

“Kemudian yang sangat mengecewakan lagi, setelah uang dipungut 3 juta rupiah, operasinya juga gagal dilakukan oleh oknum dokter tersebut. Malah oknum dokter tersebut merujuk pasien tersebut ke rumah sakit lain di Medan, dengan kondisi dua selang masih terpasang di tubuh Asnidar,” ujar Maimul Mahdi.

Pungutan yang dilakukan oknum dokter itu, menurut anggota dewan dari Partai Aceh ini, sudah masuk ke dalam kategori pungutan liar (pungli) yang dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apalagi sekarang pemerintah sedang gencar-genarnya melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pungli, khususnya di pusat-pusat pelayanan publik.

Sementara itu, Staf Hukum dan Komunikasi Eksternal BPJS Kota Langsa yang juga membawahi pelayanan BPJS di Aceh Timur, Khairunisa, mengatakan tidak dibenarkan ada pungutan biaya yang dibebankan kepada pasien BPJS saat berobat di rumah sakit yang terdaftar bekerja sama dengan BPJS.

Jika ada penarikan uang dari pasien itu, menurutnya kemarin, berarti itu pungli. Soalnya, semua biaya pengobatan masyarakat yang memegang kartu BPJS di rumah sakit adalah gratis, sesuai ketentuannya.

Ia ingatkan, apabila ada pasien BPJS yang diarahkan harus membayar uang oleh oknum dokter atau paramedis, jangan langsung diberikan. Tapi harus segera dilaporkan kepada petugas center BPJS yang sekarang ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit.

“Terkait kasus pasien Asnidar yang dipungut biaya oleh oknum dokter di RSUD dr Zubir Mahmud, kami akan cross check lebih dahulu ke rumah sakit bersangkutan. Jika benar dikutip, maka kepada dokternya akan dilakukan peneguran,” ujarnya. (zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved