Uang Itu untuk Pengganti Alat

Dr Zulfian Hasibuan SpU, saat dikonfirmasi Serambi via telepon kemarin sore mengakui ada menerima uang Rp 3 juta

Uang Itu untuk Pengganti Alat

Dr Zulfian Hasibuan SpU, saat dikonfirmasi Serambi via telepon kemarin sore mengakui ada menerima uang Rp 3 juta dari Ridwan, suami Asnidar, pasien sakit batu ginjal asal Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa yang berobat padanya.

Namun, ia membantah jika uang itu merupakan biaya yang sengaja dia pungut sebagai jasa medis. “Perlu diluruskan bahwa dana itu sesuai kesepakatan antara pasien dengan dokter. Biaya itu adalah sebagai pengganti selang milik saya yang diperlukan untuk operasi batu di saluran kemih pasien, karena rumah sakit belum memiliki alat tersebut,” ujarnya.

Bahkan sebelum operasi dilakukan, pihak manajemen RSUD dr Zubir Mahmud telah menjelaskan hal itu kepada pasien dan keluarganya. Mereka menerima penjelasan terkait biaya pengganti alat selang tersebut dan keluarga pasien menyanggupinya.

Bahkan dr Zulfian awalnya menawarkan agar pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki peralatan lengkap untuk operasi batu ginjal. Namun, si pasien tetap memilih agar ditangani di RSUD dr Zubir Mahmud saja.

Satu minggu setelah kesepakatan itu, kata dr Zulfian, barulah dilakukan operasi batu ginjal Asnidar, setelah alat itu dibeli oleh dr Zulfian.

“Tapi saya heran, mengapa baru sekarang ada complain. Saya murni ingin menolongnya, bukan untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Tentang mengapa kemudian Asnidar dia rujuk ke RS Adam Malik di Medan, menurut dr Zulfian, itu harus dilakukan untuk perawatan lanjutan atau penyembuhan total pasien.

“Soalnya, untuk menghancurkan batu ginjal pasien dan sebagai upaya penyembuhan total pasien, alat yang dibutuhkan di RSUD dr Zubir Mahmud belum ada,” kata dr Zulfian.

Menurutnya, setelah ia lakukan operasi, ginjal Asnidar sebetulnya sudah membaik. “Jadi, tinggal penyembuhan atau perawatan lanjutan saja. Makanya kita rujuk dia ke RS Adam Malik. Bahkan sebelumnya saya tawarkan apakah ke RSUZA Banda Aceh saja, tapi dia memilih ke RS Adam Malik di Medan,” terang dr Zulfian Hasibuan SpU. (zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved