Dokter Diminta Kembalikan Uang Pasien

Dokter spesialis urologi di RSUD dr Zubir Mahmud, yang melakukan pungutan sebesar Rp 3 juta dari pasien

Dokter Diminta Kembalikan Uang Pasien

* Kasus Pungli di RSUD dr Zubir Mahmud

LANGSA - Dokter spesialis urologi di RSUD dr Zubir Mahmud, yang melakukan pungutan sebesar Rp 3 juta dari pasien, diminta segera mengembalikan uang yang dimintanya dari keluarga pasien bernama Asnidar. Uang sebesar Rp 3 juta ini sebelumnya diminta oleh dokter spesialis bernama Zulfian Hasibuan, ketika hendak melakukan operasi penyakit batu ginjal pasien tersebut berapa waktu yang lalu. Padahal pasien ini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Dokter Zulfian Hasibuan harus segera mengembalikan uang Rp 3 juta yang dipungli dari suami Asnidar, karena hal ini melanggar hukum. Apalagi pasien saat ini membutuhkan biaya pengobatan di RS Adam Malik, Medan, akibat tak mampu ditangani di RSUD dr Zubir Mahmud,” desak anggota DPRK Langsa, Maimul Mahdi, Kamis (2/2).

Maimul Mahdi juga mengingatkan pihak RSUD Langsa agar tidak sembarangan mengeluarkan surat rujuk bagi pasien. Pasalnya, Asnidar awalnya berobat ke RSUD Langsa, lalu dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud yang diketahui kelas/type-nya di bawah RSUD Langsa.

“Seharusnya pihak RSUD Langsa mengeluarkan rujukan terhadap pasien ini ke RS di Medan atau Banda Aceh yang memiliki fasilitas alat dan dokter yang mampu menangani penyakitnya, agar pasien benar-benar mendapat pelayanan yang baik,” ujarnya.

Akibat dirujuk bukan ke RS yang lebih lengkap, Asnidar pun harus berpindah-pindah rumah sakit. Setelah dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud, kini Asnidar kembali dirujuk ke RS Adam Malik, Medan. Kondisi ini membuat bingung dan memperburuk kondisi pasien.

“Rujukan yang diberikan harusnya dipilih ke rumah sakit yang benar-benar mampu menangani pasien. Jangan asal keluarkan rujukan, tapi dokter atau petugas pelayanan RSUD Langsa malah tidak paham type rumah sakit yang dijadikan rujukan. Sehingga, bukannya mendapat kesembuhan, malah menambah penderitaan pasien,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pasien sakit batu ginjal asal Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Asnidar (40) yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dipungut biaya Rp 3 juta oleh oknum dokter spesialis urologi (ahli saluran kemih-red) di RSUD dr Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur.

Suaminya, Ridwan (43), keberatan atas pungutan tersebut, tapi tak punya pilihan lain karena sangat berharap istrinya segera sembuh.

Dengan susah payah dia kumpulkan uang untuk memenuhi permintaan si dokter. Namun, betapa kecewanya Ridwan yang berprofesi sebagai nelayan. Soalnya, uang sudah dia kasih, tapi ternyata batu ginjal di saluran kemih istrinya tak pernah diangkat atau dihancurkan oleh si dokter.

Direktur RSUD dr Zubir Mahmud, Aceh Timur, dr T Iskandar Rizal SpPD, mengatakan ia akan memanggil dokter Zulfian Hasibuan, yang menangani pasien batu ginjal bernama Asnidar (40) yang telah dipungut biaya Rp 3 juta saat proses pengobatan di RSUD dr Zubir Mahmud beberapa waktu lalu.

“Kami akan memanggil dokter yang bersangkutan untuk diklarifikasi. Kalau memang terbukti melanggar aturan, maka akan ditindak,” ungkapnya, tanpa menjelaskan apakah tindakan yang diambil berupa sanksi administrasi atau proses hukum karena telah melakukan pungutan liar.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi ulang dengan BPJS Kesehatan setempat, tentang besaran nilai klaim pengobatan yang membutuhkan alat tertentu, seperti operasi batu ginjal. “Tujuannya, supaya ke depan tidak terulang lagi pengutipan biaya alat/bahan oleh dokter,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini, besaran klaim sudah ditentukan oleh BPJS. “Untuk RSUD tipe C, besar klaim yang membutuhkan tindakan operasi dan selang seperti kasus Asnidar, dananya tidak mencukupi kalau RS harus menyediakan dua buah selang,” katanya.

Karena itu, pasien harus dirujuk ke RS tipe B atau Tipe A yang memiliki ahli Urologi. “Hal ini sudah disarankan oleh dokter yang bersangkutan kepada pasien Asnidar, namun waktu itu pasien tidak bersedia,” jelas dr T Iskandar Rizal SpPD.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved