Minggu, 3 Mei 2026

Dampak Kebijakan Trump, 60 Ribu Warga Asing Gagal Masuk ke Amerika Serikat

Angka itu berbeda dengan data yang dikeluarkan Kementerian Kehakiman, Jumat (3/2/2017) dalam sidang di Virginia tentang larangan imigrasi.

Tayang:
Editor: Yusmadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah aktivis dan berbagai macam kalangan antara lain pelajar, mahasiswa, masyarakat sipil, kelompok anti-fasis, hingga kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Demonstrasi dilakukan untuk menentang sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump yang meresahkan masyarakat dunia seperti dikriminasi minoritas dan ras. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memakan korban.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan kurang dari 60.000 warga asing dari tujuh negara mayoritas Muslim yang mempunyai visa untuk sementara ditolak kedatangannya ke AS.

Hal ini seiring kebijakan larangan imigrasi yang dikeluarkan Trump.

Angka itu berbeda dengan data yang dikeluarkan Kementerian Kehakiman, Jumat (3/2/2017) dalam sidang di Virginia tentang larangan imigrasi.

Dalam persidangan itu disebutkan, sekitar 100.000 visa itu dicabut.

Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa angka itu menjadi lebih tinggi karena termasuk Visa diplomatik dan lain yang benar-benar dibebaskan oleh larangan perjalanan, serta visa kadaluarsa.

Perintah yang dikeluarkan Trump itu menetapkan larangan total untuk pengungsi Suriah masuk ke wilayah AS.

Selain itu, Trump juga memerintahkan agar warga Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman dihambat untuk masuk ke AS selama 90 hari.

Sedangkan pengungsi dari negara lain selain Suriah baru diizinkan masuk setelah 120 hari.

Sementara itu, kemenlu AS mengatakan, sebanyak 60.000 warga asing dari tujuh negara mengajukan protes karena meski sudah memiliki visa yang sah mereka tak diizinkan masuk ke AS.

Sedangkan, kuasa hukum departemen kehakiman AS mengatakan dalam sebuah sidang di Virginia bahwa sedikitnya 100.000 visa sudah dicabut.

Sumber: Time/AFP

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved