ICJR Minta Presiden Jokowi-JK Hapus Hukum Cambuk di Aceh

"ICJR lebih prihatin lagi karena hukuman cambuk yang diberikan semakin berat, sampai dengan 100 deraan cambuk.

ICJR Minta Presiden Jokowi-JK Hapus Hukum Cambuk di Aceh
Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk yang berlangsung di Masjid Ar Rahman, kompleks Budha Tzu Chi, Gampong Panteriek, Banda Aceh, Senin (28/11). SERAMBI/BUDI FATRIA 

Pada tahun 2016 ICJR mencatat ada 6 kasus hukuman cambuk yang mengeksekusi  100 cambukan terhadap 6 orang pasangan karena pidana zina.

Sementara itu, pada 2 Februari 2017 lalu , tiga warga Aceh dicambuk di depan umum di halaman Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kota Banda Aceh karena terbukti melakukan iktilat (bercumbu).

Salah seorang terpidana Linda Darmawati (21) mendapat hukuman cambuk 26 kali deraan.

Namun Linda menyerah dan algojo menghentikan eksekusi. Petugas akhirnya memutuskan menunda eksekusi hingga waktu yang belum ditentukan. 

Menurut Tim Dokter, Kondisi tekanan darah turun dari 90 menjadi 60. Setelah dicambuk ia tidak bisa dilanjutkan karena kondisi psikisnya tiba-tiba shock.

Eksekusi cambuk pada 2  februari 2017 itu merupakan eksekusi cambuk kelima di Tahun 2017.

Penggunaan hukuman cambuk dinilai sebagai penyiksaan, hukuman kejam tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

"Juga melanggar hukum internasional tentang penyiksaan, dan perlakuan kejam, tidak manusiawi, atau tidak bermartabat lainnya yang ada di dalam Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan Konvensi Internasional Melawan Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat (CAT), yang mana Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasinya," lanjut Ajeng

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved