Rabu, 15 April 2026

Citizen Reporter

Sensasi Winter di Toronto

JADI ingat sebuah pepatah dari negeri kita: Di mana bumi dipijak di situ langit di junjung. Kira-kira demikianlah

Editor: bakri
MURNILAWATI 

OLEH MURNILAWATI (Cicik Peusangan), ibu dari seorang anak yang berdomisili di Toronto, melaporkan dari Kanada

JADI ingat sebuah pepatah dari negeri kita: Di mana bumi dipijak di situ langit di junjung. Kira-kira demikianlah hidup kita di mana pun negaranya. Begitulah, mengawali semangat hidup di negeri orang, untuk bisa bertahan hidup (survive) kita harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaan, cuaca, dan lingkungannya.

Allah menciptakan bumi ini dengan keunikan masing-masing yang tak seluruhnya bisa kita jelaskan dengan akal kita. Subhanallah, Mahasuci Allah yang telah menciptakan alam beserta isinya.

Allah menciptakan negara kita Indonesia dengan alamnya yang superindah. Sepanjang tahun cuacanya stabil (warm and hot), air yang berlimpah, laut yang mengelilingi seluruh pulau-pulau di Indonesia, membuat Indonesia (atau negara-negara tropis lainnya) begitu spesial bagi negara-negara yang mengalami winter (musim salju) yang sangat dingin.

Begitu merasakan dinginya cuaca di luar, yang terbayang adalah indahnya pantai Indonesia dan cuaca yang hangat dan ramah. Tak heran bila melihat orang-orang di sini pas winter break (holiday) pergi berlibur ke negara-negara yang cuacanya hangat, seperti Kalifornia, Kuba, Meksiko, Kosta Rica, Karibia, Thailand, bahkan Indonesia.

Setiap negara mempunyai iklim sendiri-sendiri. Kalau kita lihat bola dunia (globe), Kanada itu sudah hampir mendekati kutub utara (North Pole/Artic). Kanada berada almost on the top of globe yang menandakan semakin ke atas lokasinya maka makin dingin, karena sudah mendekati kutub utara.

Kebetulan saat ini saya tinggal di Toronto, di bagian East of Canada, di mana winter di Toronto juga tidak sama dengan winter di bagian Kanada lainnya. Toronto termasuk bagian Kanada yang tak terlalu dingin dibandingkan dengan bagian Kanada lainnya, misalnya, West-Alberta, tempat suami saya berasal, atau Center Canada yang sehari-hari suhunya -30 oC.

Toronto berada di dekat Danau Ontario, dengan kelembaban (humidity) yang tinggi. Kelembaban inilah yang menyebabkan suhu di Toronto naik, sehingga Toronto lebih sedikit hangat dibanding dengan bagian Kanada lainnya.

Suhu rata-rata di Toronto pada waktu winter di bawah 0 oC, seperti hari ini -5 oC to -20 oC atau di bawahnya. Kalau cuaca ekstrem sekali bisa mencapai -40 oC seperti beberapa tahun lalu yang pernah saya alami.

Snowing (penyaljuan) terjadi pada suhu mencapai 0 oC atau di bawahnya. Setelah salju turun, es pun mulai membeku dan menjadikan daerah ini lebih dingin. Misalnya, pada malam hari salju turun, soknya kalau saljunya cepat membeku, maka suhu bisa sangat ekstrem.

Apabila salju yang baru turun menumpuk terlalu banyak, maka untuk pejalan kaki seperti saya, akan mengalami challenging, serasa berjalan di gundukan tepung. Lain lagi apabila salju sudah mengeras, kita merasa seperti berjalan di jalanan kaca yang licin.

Jadi, pas salju turun, daerah atau area yang sering dilalui harus dikeruk (shovel) secepatnya, seperti jalan-jalan utama, area-area kantor, sekolah, rumah sakit, perumahan, dan lain-lain.

Untuk mempermudah kendaraan dan orang-orang yang lalu lalang di jalan, truck snow removal (truk untuk mengeruk salju), selalu siap membantu. Untuk mengatasi sejuk agar tak membeku, keesokan harinya, mereka juga menaburkan salt (garam seukuran kerikil). Garam-garam tersebut berfungsi untuk melelehkan salju dan membuat permukaan jalanan agak kasar sehingga kita mudah berjalan.

Bila saljunya mencair, akan membentuk kolam-kolam kecil seperti kubangan yang bergenangan air lumpur yang dingin (karena sudah meleleh dan bercampur dengan debu). Ini membuat langkah menjadi terhambat sedikit, tapi kita mengantisipasinya dengan memakai boots yang hangat dan tahan air (waterproof).

Kalau esnya sudah membeku, atau pas saljunya turun diiringi hujan es rintik-rintik, maka kita berjalan harus ekstrahati-hati, karena licinnya permukaan jalan, menyebabkan mudahnya kecelakaan terjadi, seperti jatuh terpeleset atau mengalami kecelakaan lalu lintas.

Snow storm (badai salju) setiap tahun akan terjadi di Toronto. Biasanya sudah ada warning/peringatan sebelumnya. Nah, kalau sudah begitu, maka sekolah akan tutup. Terkadang train (kereta api listrik) tidak berfungsi, bus tidak beroperasi, beberapa jalan utama ditutup. Kalau sudah demikian, orang-orang lebih suka berdiam di rumah.

Begitulah cerita singkat dari saya tentang sensasi winter di Toronto, Kanada. Saya yakin, semua yang tinggal di daerah yang mempunyai empat musim, mengalami pengalaman hidup yang berbeda-beda, di mana mereka tinggal dan di daerah/area/lokasi mana mereka menetap. Semua ada kekurangan dan kelebihannya, di negara mana pun itu.

Setiap ciptaan Allah harus kita syukuri, di mana pun kita berada, selalu ada kurang dan lebih, but always try to create the happiness wherever we are.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved