Breaking News:

Berbagai Macam Hijab di AS

HIJAB berasal dari bahasa Arab yang berarti “penutup” atau “cover”, yang kemudian diterjemahkan menjadi

RAYAKAN World Hijab Day, muslimah Kanada Bagi-bagi Hijab Gratis. 

HIJAB berasal dari bahasa Arab yang berarti “penutup” atau “cover”, yang kemudian diterjemahkan menjadi “penutup kepala” atau “headcover (bahasa Inggris), atau “tudung/kerudung” (Melayu). Hijab secara tradisional sudah dikenal dalam berbagai bentuk/desain sesuai tradisi dan budaya di setiap negara.

Bahkan bukan hanya muslim, kalangan nonmuslim seperti kaum nasrani dan jews (yahudi) juga lebih dulu mengenal berbagai macam penutup kepala wanita, yang mencerminkan kesopanan, juga dipakai dalam tradisi keagamaan.

Di Amerika, tempat bertemunya muslim dari berbagai penjuru dunia, kaum muslimahnya mengenakan berbagai jenis hijab sesuai tradisi yang dibawa dari negara masing-masing. Beberapa contohnya:

* Scarf (kain persegi empat yang dilipat dua menjadi segitiga. ‘Printed scarves’ dari bahan silk ataupun wool, umumnya dipakai muslimah asal Turkey, Bosnia, Russia, Kurdistan, Karzakstan, Cina. Scarf yang populer di Malaysia, Indonesia, Thailand, Philipina, dikenakan dengan menggunakan pin/peniti/bros, umumnya terbuat dari bahan katun ataupun chiffon, polos maupun berbordir.

* Shawl atau shayla (kain panjang, yang kita kenal sebagai ‘selendang’), dipakai dengan cara membalut kepala (dua kali balutan). Wanita-wanita muda asal negara-negara Arab banyak yag menyukai shawl. Sedangkan shawl yang lebih lebar dan panjang umumnya dikenakan oleh muslimah asal Pakistan, India, Bangladesh, Sudan, dan Afghanistan. Mereka menyebutnya “dupatta” yang dikenakan dengan setelan salwar kameez. Dupatta ini mirip “kain panjang” (orang Aceh menyebutnya ‘ija sawak’) yang dipakai Tjut Nyak Dien, dan wanita-wanita Aceh di masa silam.

* Amira hijab. Dibuat dari bahan kaus (knits/stretch), dan terjahit. Didesain sedemikian rupa sehingga lebih praktis memakainya. Amira juga disebut “slip-on hijab”. Hijab yang diselipkan/celupkan di kepala, tanpa harus mengenakan pin/peniti. Ada yang terdiri dari 2 helai dengan underscarf-nya, maupun yang satu helai bertopi. Para pelajar di sekolah-sekolah Islam di Amerika umumnya mengenakan Amira hijab. Amira hijab ini juga sangat popular di Indonesia, bahkan lebih banyak bentuk atau desainnya.

* Khimar atau mukena. Hijab yang besar dan panjang hingga menutupi ujung tangan, dan terjahit ini umumnya dikenakan wanita-wanita Arab, Afghanistan, Nigeria, Ethiopia, juga muslimah-muslimah dari negara lainnya yang ingin tampil lebih religious. Dikenakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja di kantoran. Di Indonesia, umumnya wanita memakai mukena hanya untuk shalat.

Belakangan ini, desain hijab semakin beragam, setelah muncul banyak designer busana muslim di kota-kota yang dianggap sebagai kiblat busana muslim dunia, seperti Jakarta, Dubai, Amman (Jordan), Turkey, Marocco, dan beberapa lainnya.

Maka kaum muslimah yang ingin tampil modern dan stylish pun kini dapat mengenakan beragam gaya hijab. Bisnis hijab dan busana muslimah telah menyebar di kota-kota besar di dunia, juga penjualan secara online. (zuherna bahari)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved