Breaking News:

Iman Dulu, Baru Hijab

NAZMA Khan, sang penggagas WHD juga mengungkapkan bagi banyak orang, bahkan di kalangan muslim sendiri

NAZMA Khan, sang penggagas WHD juga mengungkapkan bagi banyak orang, bahkan di kalangan muslim sendiri, hijab adalah simbol pemaksaan terhadap perempuan. Seorang ayah terhadap anak perempuannya, atau paksaan suami terhadap istrinya. Nazma berharap mestinya pemakaian hijab bukanlah paksaan. Melainkan keinginan atau kesadaran dari wanita-wanita Islam yang ingin tampil modest sekaligus mempraktikkan ajaran agamanya.

Kalau tidak dengan cara paksaan, lantas bagaimana sikap seorang suami jika istrinya menolak berhijab? Juga seorang ayah yang ingin anak perempuannya--yang telah baligh--agar menutup aurat. Nouman Ali Khan, penceramah berkaliber dunia, warga Amerika yang tinggal di Dallas, Texas, mengaku sering mendapat pertanyaan-pertanyaan ini.

Menurut Nouman, bila seorang wanita belum ingin mengenakan hijab, kita memang tak boleh memaksa. “Jangan dipaksa. Bukan hijab yang diperlukan mereka, melainkan keimanan. Kuatkan iman mereka dulu, baru nanti wanita-wanita itu sendiri yang memakai hijab dengan kesadaran sendiri,” katanya dalam sebuah ceramah di Houston, Texas, AS.

Wanita-wanita yang masih lemah imannya itu juga ditemui Nouman dalam dakwah rutinnya dengan nonmuslim yang sedang belajar tentang Islam. “Seorang wanita nonmuslim pernah mengungkapkan: `saya tertarik dengan Islam, dan ingin masuk Islam, tapi saya tidak suka dengan hijab’.” Kutip Nouman.

Ia lantas menyarankan agar mereka menerima Islam dulu, lalu kemudian belajar terus tentang Islam, sehingga keimanan pun akan terpupuk. “Nabi Ibrahim AS pernah diperintahkan untuk menyembelih anak kandungnya. Bila beliau tak beriman, pasti juga akan komplain `aku suka semua tentang Islam, asalkan Allah tidak menyuruhku menyembelih anak’. Begitu kan?” Sebaliknya, kata Nouman, Nabi Ibrahim telah teruji keimanannya kepada Allah. Bagi orang-orang kuat iman, tambahnya, setiap perintah Allah akan dilaksanakan dengan tanpa mengeluh.

Perempuan-perempuan muslim yang mengenakan hijab, terutama di negara-negara muslim, memang tak semua memakainya dengan “kesadaran sendiri.” Ada berbagai alasan. Ada yang karena ikut-ikutan teman, tradisi keluarga, sebagai “seragam sekolah”, dan alasan lainnya. Jika tak berdasarkan iman yang kuat, hijab-hijab yang dipakai karena “ikut-ikutan” ini pun dikhawatirkan akan mudah terlepas kembali, atau dikenakan dengan cara yang tak sesuai syariat.

Wanita yang mengenakan hijab atas kesadaran agama, umumnya akan memilih busana yang sesuai dengan ajaran Islam. Pakaian yang tidak ketat, tidak transparan, ditambah hijab yang menutupi rambut dan kepala secara proporsional. “Dimana pun waktunya shalat, pakaian kita sudah layak untuk shalat,” ujar Simona, penduduk Dallas, Texas, yang memeluk Islam sejak 20 tahun lalu.

Simona, warga negara Amerika asal Polandia, ini mengakui, setelah memeluk Islam, ia sempat berteman dengan muslimah yang tidak berhijab. Jadi ia pun ikut-ikutan tidak berhijab. Namun ia terus belajar tentang Islam, sampai kemudian ia menyadari mengapa hijab itu perlu.

“Di kalangan teman-teman muslim saya, bahkan yang berasal dari negara muslim, saya yang pertama berhijab. Saya menjelaskan kepada mereka ayat Alquran dan Hadist yang menunjukkan bahwa perempuan muslim perlu berhijab. Jadi sekarang teman-teman saya pun berhijab.” Katanya. “Tapi masih ada juga teman yang sampai sekarang tidak mau berhijab. Itu bukan urusan saya lagi. Kewajiban saya hanya mengingatkan, dan membagikan hadist dan ayat Alquran yang menyangkut tentang hijab dalam acara `Ladies-only party’ yang sering saya adakan di rumah,” tambah Simona.

Seperti perempuan yang berhijab, muslimah yang memilih tidak berhijab sebetulnya juga punya banyak alasan. Ada yang merasa tidak nyaman, larangan di tempat kerja, kurang percaya diri, rasa aman yang terancam, ataupun karena alasan “dilarang oleh suami”. Menurut Nouman Ali Khan, alasan yang terkuat adalah masig kurangnya keimanan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved