Donald Trump Bakal Segera Lengser?

Kabar itu semakin membuat banyak kalangan prihatin terkait kedekatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemenangan Trump

Donald Trump Bakal Segera Lengser?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah aktivis dan berbagai macam kalangan antara lain pelajar, mahasiswa, masyarakat sipil, kelompok anti-fasis, hingga kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Demonstrasi dilakukan untuk menentang sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump yang meresahkan masyarakat dunia seperti dikriminasi minoritas dan ras. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Seorang sejarawan kawakan memprediksi Donald Trump akan menjadi presiden dengan masa jabatan terpendek kedua sepanjang sejarah AS.

Profesor Ronald L Feinman memprediksi masa pemerintahan bintang televisi itu akan berada di antara William Henry Harrison dan James A Garfield.

William Harrison hanya memerintah AS selama 31 hari setelah dia meninggal dunia pada 1841 akibat penyakit pnemonia yang diidapnya.

Sedangkan James Garfield meninggal dunia pad 1881, 79 hari setelah dia ditembak. Garfield meninggal dunia karena penanganan medis yang buruk.

Feinman menambahkan, masa pemerintahan Trump juga tak akan mencapai 16 bulan 5 hari seperti masa berkuasanya presiden ke-12 Zachary Taylor yang meninggal dunia akibat kelainan pencernaan pada 1850.

Sejarawan yang baru saya menerbitkan buku soal nasib buruk para presiden AS itu menambahkan, jika Trump mundur maka rezim Mike Pence tak bisa dihindari.

Mike Pence, saat ini menjabat wakil presiden, akan mengambil alih kekuasaan jika Trump lengser dari jabatannya.

Lewat sebuah blog, Feinman melanjutkan, dia memperkirakan Trump akan dimakzulkan atau dipaksa mengundurkan diri dalam beberapa pekan ke depan.

Prediksi Feinman ini muncul tak lama setelah Gedung Putih mengakui beberapa pekan lalu Trump sudah mendapatkan masukan bahwa penasihat keamanannya Michael Flynn berdusta soal pembicaraan teleponnya dengan Dubes Rusia.

Kabar itu semakin membuat banyak kalangan prihatin terkait kedekatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemenangan Trump di pemilihan presiden.

Halaman
12
Editor: Yusmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved