Breaking News:

Penobatan Raja Karang Diprotes

Penobatan raja Kerajaan Karang, Tengku Rahmansyah Fauzi Al-Hajj menjadi raja ke-VIII Kerajaan Kejuruan Karang mendapat

Editor: bakri

KUALASIMPANG - Penobatan raja Kerajaan Karang, Tengku Rahmansyah Fauzi Al-Hajj menjadi raja ke-VIII Kerajaan Kejuruan Karang mendapat kritikan dari anggota keluarga kerajaan tersebut, khususnya oleh Hj Tengku Arfah yang juga anak kandung Raja Kejuruan Karang sebelumnya, Tuanku Tengku Muhammad Arifin. “Penobatan raja tersebut, tidak dilakukan berdasarkan musyawarah keluarga besar kerajaan,” ujar Hj Tengku Arfah, Kamis (2/3).

Protes tersebut diungkapkan dalam konferensi pers keluarga besar ahli waris Raja Kejuruan Karang, di Istana Kerajaan Karang, dihadiri dari Tuanku Tengku Arifin, Hj Tengku Arfah, Tengku Muhammad Arifin, Tengku Sueb (adik sepupu) Raja Karang, dan sejumlah cucu, antara lain Tengku Haris, Tengku Ilham Arif, Amir Hasan Nazri alias Acang.

Keluarga kerajaan ini menjelaskan, dalam hal pengangkatan seorang raja, ketika Raja Tuanku Tengku Muhammad Arifin masih bertakhta sudah mempersiapkan putra mahkota. Setelah mangkat, raja pun diganti putra mahkota ketika itu, Tengku Froomsyah yang kemudian meninggal di usia muda. Setelah itu, tidak ada lagi penunjukan putra mahkota oleh raja berdaulat.

“Mengenai penobatan Tengku Rahmansyah Fauzi sebagai Raja Kerajaan Karang, belum mendapat zuriat Kerajaan Karang. Baik yang ada di Jakarta, Bandung, dan Banda Aceh. Karenanya, keluarga kerajaan tidak bertanggung jawab atas pengangkatan tersebut yang mengatasnamakan Raja Karang,” kata Hj Tengku Arfah binti Tuanku Muhammad Arifin.

Putri kandung Raja Karang ini juga mengatakan, pengangkatan Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj menjadi Raja Karang belum tepat, karena usianya masih tergolong muda. “Masih banyak cucu raja yang lebih tua dari Rahmansyah untuk menjadi raja, seperti Tengku Iskandar atau Tengku Lukmansyah. Namun mereka tidak berambisi menggantikan kakeknya,” ujarnya.

Ia mengaku heran, Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj tiba-tiba pulang dari Amerika Serikat dan mengangkat dirinya menjadi Raja Karang ke delapan. Walaupun demikian, tambah Tengku Haris, kami tidak ada upaya menuntut secara hukum. Tengku Rahmansyah Fauzi pun selama ini tidak membangun komunikasi dengan keluarga kerajaan,” ujarnya.

Atas penobatan sepihak ini, keluarga Raja Muhammad Arifin merencanakan akan membentuk wali kerajaan secara musyawarah, tanpa berupaya membatalkan penobatan Tengku Rahmansyah Fauzi sebagai raja. “Kami mematuhi orang-orang yang kami tuakan, dengan tidak melakukan upaya apapun terhadap penobatan itu. Namun sebaliknya merapatkan silaturrahmi keluarga kerajaan, kata Hj Tengku Arfah.

Sementara, sepupu Raja Kerajaan Karang, Tuanku Arifin, Tengku Syuib bin Tengku H Syamsuddin, dan Raja Silang selaku orang tua di Kerajaan Karang, berharap silsilah keluarga kerajaan tidak sampai putus.

Diberitakan sebelumnya, Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj dinobatkan menjadi raja ke VIII Kerajaan Karang dengan gelar Duli yang mulia Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj ibni Ibnu Tengku Herder ibni Tengku Muhammad Arifin.

Takhta raja berbentuk mahkota lambang bintang bulan bersegi empat berlapis emas, disematkan dalam suatu acara sakral di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (25/2/2017).

Sebelum dinobatkan, Khatibul ashar Kerajaan Karang membacakan maklumat titah raja berupa hasil musyawarah rapat zuriat Kerajaan Karang dan Datok-datok Kerajaan Karang pada tanggal 9 Rabi’ul Awal 1438 H yang bertepatan tanggal 9 Desember 2016 M, di Karang Baru yang memutuskan mengangkat T Rahmansyah Fauzi bin T Heider bin T Muhammad Arifin bin T Ahmad Syailani yang bergelar T Raja silang, menjadi Raja Negeri Karang sejak tanggal 28 Jumadil Awal 1438 H yang bertepatan tanggal 25 Februari 2017 M.(md)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved