Belasan Warga Mosul Terpapar Senjata Kimia Beracun

Kota tersebut telah meniadi medan pertempuran pasukan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat memerangi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS

Belasan Warga Mosul Terpapar Senjata Kimia Beracun
ARIS MESSINIS/AFP
Persenjataan berat pasukan Irak mengincar posisi ISIS di sisi barat kota Mosul. Sejak pertengahan Februari lalu, Irak melancarkan operasi militer untuk merebut sisi barat kota Mosul. 

SERAMBINEWS.COM, MOSUL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan petugas medis Irak melakukan kegiatan tanggap darurat untuk mengobat belasan orang yang diduga terpapar senjata kimia.

Menurut Reuters, Minggu (5/3/2017), ada 12 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dirawat karena diduga kuat telah menjad korban paparan senjata kimia di kota Mosul, Irak utara.

Kota tersebut telah meniadi medan pertempuran pasukan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat memerangi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

WHO dalam pernyataannya pada Sabtu (4/3/2017) mengatakan, belasan orang itu diduga “terpapar bahan kimia sangat beracun.”

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan, seluruh 12 pasien tersebut menjalani pengobatan sejak 1 Maret di Erbil, ibu kota wilayah Kurdi, Irak, di timur Mosul.

Menurut petugas WHO ada empat penderita memperlihatkan "tanda parah terkait paparan senyawa, yang menyebabkan kulit melepuh". Mereka terpapar di Mosul timur.

Sebelumnya, Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan, lima anak dan dua wanita menerima pengobatan karena terpapar bahan kimia.

ICRC tidak mengatakan pihak mana yang menggunakan bahan kimia yang menyebabkan kulit melepuh, mata merah, iritasi, muntah dan batuk tersebut.

Militer Irak menguasai Mosul bagian pada Januari setelah 100 hari pertempuran dan melancarkan serangannya di wilayah barat sungai Tigris pada 19 Februari.

Sedangkan sisi timur Mosul masih terjangkau roket dan mortir milisi. Tekad Irak adalah mematahkan ISIS yang menyatakan kekhalifahannya atas sejumlah kawasan Irak dan Suriah.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak, Lise Grande, menyerukan penyelidikan atas kemungkinan adanya penggunaan senjata kimia dalam pertempuran di Mosul.

"Ini mengerikan. Jika dugaan penggunaan senjata kimia terkonfirmasi, jelas ini pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang, terlepas dari siapa target atau korban serangan, "katanya dalam sebuah pernyataan.

Mosul, yang terletak 400 kilometer di utara Baghdad, ibu kota Irak, dikuasai ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan Irak meninggalkan senjata mereka dan menyelamatkan diri, sehingga militan bisa menguasai banyak bagian di wilayah Irak barat dan utara. 

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved