DSI Buka Sekolah Saman di Taman Mini

Duta Saman Institute bekerja sama dengan Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuka sekolah

DSI Buka Sekolah Saman di Taman Mini
Soedarmo didampingi Sekda Aceh, Dermawan, mengisi buku tamu di Paviliun Aceh dalam rangka HUT Ke-41 Taman Mini Indonesia Indah. 

JAKARTA - Duta Saman Institute bekerja sama dengan Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuka sekolah saman Gayo, kesenian yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Lembaga PBB Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Unesco.

CEO Duta Saman Institute (DSI), Aminnullah mengatakan membuka sekolah saman merupakan salah satu upaya melestarian kesenian dari Gayo Lues tersebut. Sekolah dibuka untuk umum.

Kegiatan belajar dilakukan tiap Sabtu dan Minggu di Anjungan Aceh Taman Mini. “Kegiatan sekolah meliputi teori dan praktik. Peserta sekolah akan diberi wawasan tentang saman, secara antropologis dan sosiologis. Kalau cuma mengajarkan gerak, itu nanti tak beda dengan senam pagi,” katanya.

Peluncuran sekolah saman diselenggaran di Anjungan Aceh Taman Mini, Minggu (12/3). Dihadiri sejumlah generasi muda calon siswa dan beberapa tokoh masyarakat Gayo Lues di Jakarta. Peluncuran ditandai dengan pertunjukan saman dan “pongot Gayo,” seni ratapan Gayo.

Peserta sekolah saman akan diberikan sertifikat, setelah mengikuti kegiatan belajar selama lima bulan. Kelak para alumni sekolah saman akan diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pertunjukan saman baik dalam maupun luar negeri.

Aminnullah juga menyatakan belajar saman tidak hanya terbatas di Taman Mini, melainkan juga masuk ke sekolah-sekolah umum di Jakarta. Pengajar saman terdiri atas lima ahli saman.

Kepala Anjungan Aceh Taman Mini, Cut Putri Aliyanur memberi apresiasi digagasibya sekolah Saman oleh DSI.”Kami siap membantu kgiatan ith. Sangat baik pengembangan kesenian kita,” kata Cut Putri.

Saman Gayo ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada 2011 di Bali. Dalam rangka mendekatkan saman kepada masyarakat, DSI juga merintis kerja sama dengan sejumlah mal di Jakarta untuk membuka kelas saman.

Seorang peserta sekolah saman yang mendaftar di Taman Mini, Dedi,guru sebuah sekolah menengah di Jakarta, mengaku tertarik belajar saman, karena kesenian tersebut menyimpan pesona luar biasa. “Saya ingin tahu saman, baik gerak maupun antropologinya,” kata Dedi, seorang penggiat komunitas musikalisasi puisi Indonesia. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved