Pelopor Rumah Tiram Tibang Jadi Inspiratif

Pelopor teknologi rumah tiram di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Ichsan Rusydi diundang

Pelopor Rumah Tiram Tibang Jadi Inspiratif
PELOPOR rumah tiram di Gampong Tibang dan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Ichsan Rusydi (tiga kiri) foto bersama dengan juri dan pembicara lainnya pada acara “Bincang Inspiratif SATU Indonesia di Jakarta, Senin (20/3). 

* Astra Cari Inspirator Baru Berhadiah Rp 60 Juta

BANDA ACEH - Pelopor teknologi rumah tiram di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Ichsan Rusydi diundang menjadi salah satu dari dua pembicara pada acara “Bincang Inspiratif SATU Indonesia di Jakarta, Senin (20/3). Undangan kegiatan PT Astra itu ia dapat menyusul teknologi rumah tiram dikembangkannya terpilih sebagai salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Award 2016 September tahun lalu.

SATU adalah kepanjangan dari Semangat Astra Terpadu, program PT Astra sejak 2010 dalam mencari pemuda-pemudi inspiratif dari seluruh Indonesia yang usia maksimal 35 tahun, baik di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, teknologi, dan kelompok.

Ichsan menyampaikan informasi ini kepada Serambi di Banda Aceh kemarin. Menurutnya, selain dia dari wilayah barat Indonesia, pada acara itu juga diundang pembicara dari wilayah timur Indonesia, yakni Risna Hasanuddin, penerima apresiasi SATU Indonesia Award 2015 atas prestasinya mendirikan rumah belajar untuk anak-anak dan perempuan Arfak, Papua Barat.

“Jadi acara ‘Bincang Inspiratif’ ini untuk menginspirasi calon peserta SATU Indonesia Award 2017 yang sudah dibuka pendaftaran sejak 20 Maret sampai 10 Agustus 2017 melalui www.satu-indonesia.com. Karena itu, yang menjadi peserta ‘Bincang Inspiratif’ ini para wartawan dan blogger agar inspirasi ini bisa dipublikasi untuk memotivasi calon peserta 2017,” kata Ichsan.

Staf pengajar Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Unsyiah, Banda Aceh ini menceritakan adapun teknologi rumah tiram di Gampong Tibang dan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, ia kembangkan bersama sepuluh mahasiswanya. Tujuannya untuk memudahkan warga setempat yang kebanyakan pencari tiram dalam membudidaya penghasilan ini.

Sedangkan dalam acara “Bincang Inspiratif SATU Indonesia di Jakarta” Ichsan mengatakan salah satu hal disampaikannya agar Pemerintah Pusat dapat membangun satu pusat riset atau balai budidaya laut di daerah ini, sehingga hasil-hasil laut, termasuk tiram, lobster, dan lain-lain dapat dikembangkan sebagai bibit unggul.

Hadiah Rp 60 juta
Terkait sudah dibukanya Program Semangat Astra Terpadu (Satu) Indonesia 2017, Ichsan berharap semakin banyak putra-putri dari Aceh ikut kompetisi ini, baik melalui bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan kelompok. Apalagi mulai tahun ini, kata Ichsan ada seleksi di tingkat daerah dan para juara I di tingkat provinsi untuk masing-masing kategori ini sudah pasti melaju ke nasional.

“Di samping juga ada hadiah dana apresiasi untuk juara tingkat daerah. Berbeda dengan dulu yang seleksi dari awal langsung secara nasional. Selain itu, dalam rangka HUT ke-60 PT Astra, program ini pada 2017 hadiahnya juga lebih banyak, yaitu Rp 60 juta untuk masing-masing para juara setiap kategori. Sedangkan pada 2016, juara Rp 55 juta,” sebut pemuda asal Peudada, Bireuen ini.

Ichsan Rusydi menceritakan rumah tiram di waduk gampong Tibang dan Alue Naga, Banda Aceh, awalnya mereka kembangkan bersama tim peneliti dari FKP Unsyiah. Program ini dibiayai Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh pada 2015. Ia menyebutkan teknologi sederhana ini terbuat dari pipa dan cor beton di dalamnya, serta ban mobil bekas sebagai tempat bersarang tiram, sehingga memudahkan masyarakat memanen, dibanding menggunakan alat tradisional bambu.

Menurutnya, jika menggunakan bambu, maka alat itu maksimal bertahan 2-3 tahun. Sedangkan teknologi rumah tiram ini bisa bertahan lebih lama, mudah dikembangkan, dan hasilnya lebih banyak, namun penghasilan itu diharapkan tak hanya dari tiram yang baru siap dipanen. “Tetapi tiram yang sudah banyak itu nantinya diharapkan juga bisa dikembangkan untuk berbagai produk olahan lainnya, seperti kerupuk, saos, dan cangkang tiram untuk pakan ternak,” jelasnya seraya mengatakan tahun ini DKP Aceh dan BRA juga memplot anggaran untuk pengembangan lanjutan proyek ini. Begitulah sekilas tentang rumah tiram di Tibang dan Alue Naga serta manfaatnya. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved