PWI Aceh Bahas Persoalan KEK Lhokseumawe

"Jangan potensi wilayah kita cukup mengembirakan tapi hanya memberikan kontribusi kecil bagi rakyat Aceh. Sejarah masa lalu jangan terulang lagi,"

PWI Aceh Bahas Persoalan KEK Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh mengagas diskusi aktual seri I terkait persoalan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Selasa (28/3/2017).

Acara itu menghadirkan empat pembicara yaitu Asmauddin (Kadis Perindag Aceh), Fachturrahman Anwar (anggota Tim Percepatan Pembangunan KEK Arun), Nurdin (akademisi), dan Tarmilin Usman (Ketua PWI Aceh).

Kegiatan bertajuk "Kembalikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun ke Aceh" itu diikuti oleh sejumlah wartawan dan umum.

Asmauddin yang menjadi paparan pertama mengatakan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 terkait pengelolaan KEK Arun karena penggelolaanya bukan dari Aceh.

Sementara Pemerintah Aceh ingin menggelola sendiri KEK Arun karena tidak mau kejadian masa lampau terulang lagi.

Kejadian masa lalu yang dimaksud adalah ketika PT Arun berjaya tetapi kehidupan masyarakat setempat jauh dari kesejahteraan.

"Jangan potensi wilayah kita cukup mengembirakan tapi hanya memberikan kontribusi kecil bagi rakyat Aceh. Sejarah masa lalu jangan terulang lagi," kata Asmauddin.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved