Bocah Kecanduan Bensin Sudah Ada Kemajuan

Fajri Maulana (10), anak dari pasangan Mansyur Ali (45) dan Nurbayani (40), warga Gampong Seumanah Jaya

Bocah Kecanduan Bensin Sudah Ada Kemajuan
Bocah yang kecanduan hirup bensin, Fajri Maulana (empat dari kiri) didampingi ibu dan ayahnya, keuchik dan petugas Babinkabtimas Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto, saat ia hendak dibawa petugas Dinsos Aceh Timur ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ayem Mata, di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, untuk diasuh dan dibina, Jumat (3/2). ERAMBI/SENI HENDRI 

* Selama Ditangani di LPKS Dinsos Aceh

BANDA ACEH - Fajri Maulana (10), anak dari pasangan Mansyur Ali (45) dan Nurbayani (40), warga Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur yang kecanduan menghirup aroma bensin mulai memperlihatkan tanda-tanda kemajuan setelah sejak hampir dua minggu lalu ditangani di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Rumoh Seujahtera Aneuk Metuah Dinsos Aceh di Banda Aceh.

Sebelumnya, Kadis Sosial Aceh Timur, Muhammad Yasin mengatakan, ketika masih diasuh di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ayeum Mata di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, bocah Fajri masih kecanduan menghirup aroma bensin. Ia sering memanfaatkan kelengahan petugas untuk mencari bensin di kios-kios yang menjual BBM. Akhirnya, Fajri dirujuk ke Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan khusus di LPKS Rumoh Seujahtera Aneuk Meutuah Dinsos Aceh di Banda Aceh.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Aceh, Devi Riansyah AKS MSi menjawab Serambi, Rabu (29/3) malam membenarkan sejak hampir dua minggu lalu pihaknya menangani secara khusus bocah Fajri Maulana asal Aceh Timur dengan perilaku menyimpang yaitu kecanduan menghirup aroma bensin.

Diakui Devi, kondisi Fajri sudah ada kemajuan. Kebiasaannya ‘berburu’ bensin sudah mulai hilang meski belum bisa dikatakan sembuh total. “Belum sampai dua minggu kita tangani sudah menunjukkan kemajuan. Perlu kesabaran dan proses secara bertahap untuk menuju kesembuhan total,” kata Devi.

Untuk menangani bocah Fajri, pihaknya melibatkan dua psikolog dan kesehariannya diawasi secara ketat oleh pengasuh. Yang lebih penting lagi, akses untuk bocah tersebut mendapatkan bensin ditutup total. “Penangananya dilakukan berbarengan. Selain terapi kejiwaan juga menutup akses agar dia tidak mendapatkan lagi apa yang membuat dia kecanduan. Alhamdulillah sudah mulai memperlihatkan kemajuan, meski tidak mungkin secara instan,” demikian Kabid Rehsos Dinsos Aceh. (nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved