Breaking News:

Saham Persiraja tak Ada Peminat

Terobosan bonden Kutaraja, Persiraja dengan menawarkan saham kepada publik ternyata sia-sia

Editor: bakri

BANDA ACEH - Terobosan bonden Kutaraja, Persiraja dengan menawarkan saham kepada publik ternyata sia-sia. Ternyata, hingga kemarin, tak ada peminat yang membeli saham dari klub Liga 2 tersebut.

Seperti diketahui, tim formatur Persiraja sudah memberikan deadline penawaran saham hingga Jumat (31/3) sore. “Karena saham sama sekali tidak peminatnya, kini kami akan mencari pemilik modal tunggal buat memastikannya,” ungkap Ketua Formatur Persiraja, H Aminullah Usman kepada Serambi petang kemarin.

Menurutnya, dalam pembentukan Perseroan Terbatas (PT) Persiraja itu pihaknya sudah memiliki tiga opsi. Pertama, mereka menawarkan saham secara terbuka kepada publik. Namun, kalau penawaran tersebut tidak ada peminat sama sekali, maka tim formatur akan menghubungi ataupun mencari pemilik modal tunggal.

“Jika kedua opsi itu tak berhasil, maka keputusan terakhir menyusun pengurus. Artinya, biaya untuk perjalanan Persiraja dalam kompetisi Liga 2 musim ini menjadi beban dan tanggungjawab pengurus. Sehingga semua pengurus berkewajiban mencari dana bagi Persiraja,” katanya.

Sebelumnya, tim formatur telah menawarkan saham dengan komposisi 51 persen untuk pemilik mayoritas, 29 persen buat umum, plus 20 persen untuk klub di bawah Persiraja. Sementara itu satu lembar saham akan dilepas senilai Rp 250 ribu dan bagi yang berminat maksimal membeli sebanyak 1.000 lembar.

Menyusul tidak lakunya saham ini, Aminullah secara terbuka mengaku, tim formatur akan mencari pemilik modal tunggal. Boleh jadi, siapa yang menginginkan saham secara mayoritas dapat menghubungi mereka.

Namun, seperti penegasan sebelumnya, sebanyak 20 persen saham itu tetap menjadi milik klub di bawah Persiraja. Sehingga, saham yang ditawarkan sebanyak 80 persen.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua Harian Persiraja itu menegaskan, bagi pemilik modal tunggal yang ingin menguasai 80 persen saham Lantak Laju, tim formatur akan tetap melakukan seleksi ketat. Di mana peminat tersebut harus ada kriteria antara lain tak mempunyai masalah atau persoalan dengan klub, pemain, dan tim.

Kecuali itu, tambah Wali Kota Banda Aceh terpilih itu, mereka juga memiliki komitmen tinggi untun memajukan Persiraja baik dalam Liga 2 atau pun Liga Super Indonesia (Liga I). “Bagi siapa yang ingin menjadi pemilik modal tunggal di PT Persiraja, kami hanya memberi waktu selama tiga hari saja,” tegasnya.

Di sisi lain, Aminullah mengungkapkan, bagi yang terpilih menjadi pemilik saham tunggal, maka manajemen tim akan diserahkan kepada mereka. Artinya, wewenang manajemen Persiraja ke depan ditentukan oleh pemilik saham tunggal.

Bukan hanya itu, lanjutnya, pemilik saham mayoritas tersebut juga punya tanggungjawab untuk memastikan siapa pelaksana pertandingan, penjualan merchandise klub, dan melobi sponsor. Dengan kondisi itu, segala yang menyangkut masa depan Lantak Laju ke depan ditentukan oleh mereka.

Keputusan untuk menentukan pemilik saham tunggal dalam tiga hari ini, ungkap mantan Dirut Bank Aceh ini, dikarenakan kondisi kini sangat mendesak. Terlebih, hal ini mengingat kompetisi Liga 2 di musim 2017/2018 akan segera bergulir pada Selasa (18/4) mendatang.(ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved