Breaking News:

Gawat, Gangguan Listrik Diperkirakan Sampai 22 Mei 2017

Informasi tersebut dikutip Serambinews.com dari siaran pers Humas PLN Aceh yang dibagikan ke media sosial.

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Fatimah
Seorang anak sedang belajar menggunakan penerang lilin karena listrik hampir setiap malam padam di Desa Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Selasa (3/4) malam. 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gangguan pelayanan listrik PLN diperkirakan masih terus berlanjut hingga 22 Mei tahun ini sehubungan adanya pekerjaan uprating konduktor (penggantian kabel transmisi) untuk memaksimalkan keandalan serta kontinyu pasokan energi menjelang Ramadhan.

Informasi tersebut dikutip Serambinews.com dari siaran pers Humas PLN Aceh yang dibagikan ke media sosial.

Berikut rangkuman penjelasan Humas PT PLN (Persero) Wilayah Aceh.

"Untuk memaksimalkan keandalan serta kontiyunya pasokan energi listrik menjelang Ramadhan maka PLN melakukan uprating konduktor (penggantian kable transmisi dari ACSR 240 mm2 kha 600 A. menjadi ACCC 310 mm2 kha 1200 A).
Pekerjaan tersebut dimulai 2 April 2017 dan diperkirakan insya Allah selesai 22 Mei 2017.

Pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir karena ada beberapa pembangkit sedang dalam pemeliharaan, PLN memastikan bahwa kebijakan pemadaman listrik bergilir per tiga jam di sejumlah wilayah di Aceh bukan faktor kesengajaan, melainkan keputusan terberat yang harus diambil oleh manajemen untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar dan lebih luas.

Salah satu alasan dilakukan pemeliharaan terhadap sejumlah pembangkit yang ada di Aceh seperti PLTU Nagan Raya 1 dan pembangkit di Sumatera Utara untuk menjaga keandalan listrik menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Ini dilakukan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama Bulan Suci tanpa adanya gangguan pemadaman.

Sebelumnya PLN Aceh telah menginformasikan kepada masyarakat bahwa sehubungan dengan pemeliharaan pembesaran konduktor saluran transmisi dari Pangkalan Brandan ke Binjai serta terjadi gangguan PLTMG Arun yang berakibat beban Arun turun pada saat beban puncak menjadi 70 MW.

Hal itu menyebabkan keterbatasan transfer arus listrik dari Sumut. Manajemen PLN Aceh dengan sangat terpaksa melakukan pemadamanan bergilir per 3 jam selama 1 periode untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Pidie Jaya, Meulaboh, Aceh Jaya , Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa , Aceh Tamiang.

Pemadaman dilakukan untuk menaikkan dan mempertahankan tegangan supplay agar tidak terjadi pemadaman yg lebih besar (blackout).

Humas PLN Aceh menyebutkan pihak PLN terus berupaya secepat mungkin untuk menormalkan kondisi ini. "Sekali lagi kami atas nama PLN Aceh memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih kembali, " sebut Humas PLN Aceh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved