Lolos dari Senjata Kimia, Pria Suriah Ingin Namai Anaknya Donald Trump

"Saya akan memberi nama anak laki-laki saya Donald (Trump). Pria ini adalah pahlawan. Dia punya keberanian," kata Zakaria.

Lolos dari Senjata Kimia, Pria Suriah Ingin Namai Anaknya Donald Trump
(AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOUR)
Seorang bocah yang tak sadarkan diri dibawa di sebuah rumah sakit di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017), menyusul serangan yang diduga mengandung gas beracun. Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. 

SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Pendapat beragam muncul di antara warga Suriah terkait serangan rudal tomahawk yang dilepaskan AS usai serangan senjata kimia di provinsi Idlib yang menewaskan 72 orang.

Sebagian warga Suriah memuji serangan itu sebagai awal kehancuran Bashar al-Assad, sementara sebagian lainnya menilai serangan itu tak akan berdampak apa-apa.

"Assad membuat kesalahan kalkulasi saat ini," kata pekerja sosial asal AS keturunan Suriah, Adham Sahloul di kota Gaziantep, Turki.

"Selama ini respon AS di Suriah hanya berupa pukulan kecil. Kali ini, rezim (Assad) harus berpilir ulang jika mengincar warga sipil," tambah Sahloul.

Bagi para penentang Assad, serangan AS ini sudah lama ditunggu. Mereka sudah lama melihat pasukan Suriah membunuh lebih dari 1.300 orang di pinggiran Damaskus pada 2013 dengan menggunakan gas beracun.

Sebuah serangan yang melintasi "garis merah" yang ditetapkan pemimpin AS saat itu, Barack Obama. Namun, tak ada tindakan dari AS kala itu.

Qusai Zakaria, seorang aktivis yang terluka akibat serangan senjata kimia di Moamadiya, mengaku sangat senang dengan langkah yang diambil AS.

"Saya akan memberi nama anak laki-laki saya Donald (Trump). Pria ini adalah pahlawan. Dia punya keberanian," kata Zakaria.

Serangan AS ini, ujar Zakaria, memberi harapan bagi rakyat Suriahbahwa perubahan akhirnya akan datang.

"Ini adalah era baru di mana AS benar-benar akan melakukan sesuatu. Serangan ini menunjukkan bahwa memang ada 'garis merah' di Suriah," tambah Zakaria.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved