Warga Larang PU Rehab Jembatan Peureupok

Warga Paya Bakong, Aceh Utara melarang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat merehab jembatan

Warga Larang PU Rehab Jembatan Peureupok
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Pekerja melakukan pemasangan rangka baja di atas lantai jembatan Krueng Krueng Teunom akibat kerusakan lantai di lintas Banda Aceh-Meulaboh kawasan Desa Paya Baro, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Jumat (3/3).SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

LHOKSUKON - Warga Paya Bakong, Aceh Utara melarang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat merehab jembatan yang menghubungkan Desa Peureupok-Cot Tufah, kecamatan setempat. Sehingga beko yang dibawa dari Landing, Lhoksukon ke Paya Bakong dibawa pulang kembali.

Keuchik Peureupok, Abdullah, mengungkapkan, ia kemarin mendapat telepon dari seseorang yang mengaku petugas dinas di Aceh Utara. Pria itu mengabari akan merehab jembatan tersebut. Namun, setelah diketahui warga, mereka melarangnya.

“Rencana kami, dalam waktu dekat juga akan merehab sendiri jembatah tersebut. Selama ini, warga setiap tahun juga merehab jembatan itu secara swadaya. Jembatan tersebut sudah lama rusak, jadi tidak mungkin lagi kalau hanya direhab oleh pemerintah,” ujar keuchik.

Dikatakan, jembatan itu mulai tak dilintasi lagi warga karena rusak pada tahun 1998. Tapi, sebagian pelajar masih melewati jembatan itu meski rawan kecelakaan. Warga yang memakai sepeda motor (sepmor) mendorong sepmornya jika melintasi jembatan itu.

Samsulni (30), warga Peureupok menambahkan, masyarakat minta jembatan itu dibangun baru, bukan direhab. Sebab, jika direhab akan cepat rusak lagi. “Padahal, jembatan tersebut selama ini merupakan jalur utama bagi warga untuk mengangkut hasil bumi. Karena itu kami berharap dibangun baru,” ujar Samsul.

Direhab dulu
Kadis PUPR Aceh Utara, Edi Anwar kepada Serambi, mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas untuk membawa beko untuk direhab jembatan itu dan membersihkan sungai tersebut. Namun, ketika dalam perjalanan petugas mendapat informasi dari warga yang melarang jembatan itu direhab.

“Padahal, rencana kami jembatan itu direhab dulu. Untuk pembangunan baru akan kita usulkan ke Pemerintah Pusat. Sehingga pada akhir 2017 atau awal 2018, jembatan itu sudah dapat dibangun yang baru. Sebab, jembatan itu sudah menjadi prioritas kita tahun ini,” katanya.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved