Pilkada 2017

Ada Otak Pelaku yang Membayar Penembakan Posko Abusyik

“Penembakan posko Abusyik dilakukan berdasarkan intruksi dari penyandang dana dengan menyewa senjata api dan mencari pelaku yang mampu menjalankan..

Ada Otak Pelaku yang Membayar Penembakan Posko Abusyik
SERAMBITV.COM
Posko Abusyik 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Penembakan posko calon bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik yang terjadi pada tanggal 6 Maret 2017, diduga adanya keterlibatan otak pelaku sebagai penyandang dana dibalik kasus tersebut.

Pelaku penyandang dana telah dikantongi identitasnya oleh polisi setelah petugas menangkap lima pelaku masing-masing berinisial, M, DM, IS, R dan AH.

“Penembakan posko Abusyik dilakukan berdasarkan intruksi dari penyandang dana dengan menyewa senjata api dan mencari pelaku yang mampu menjalankan misi tersebut,” kata Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK, kepada Serambinews.com, Rabu (19/04/2017).

Lanjut M Ali, dana yang diberikan untuk melakukan penembakan terhadap posko Abusyik belum sempat digunakan semuanya oleh pelaku sehingga polisi berhasil mengamankan uang tersebut sebagai barang bukti (BB).

Kecuali itu, polisi turun mengamankan baju dan satu sepeda motor yang digunakan pelaku saat melakukan aksi menembak posko Abusyik.

“Jadi pelaku yang melakukan teror dengan menembak posko Abusyik telah dibayar oleh penyandang dana. Identitas penyandang dana itu telah kita kantongi, dan lambat laun akan kita tangkap,” kata M Ali.     

Seperti diketahui tiga pelaku penembakan posko Abusyik berhasil ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh bersama Polres Pidie, Kamis (13/4/2017).

Yaitu, Is (34) warga gampong Bale Baroeh Bluek, Kecamatan Indrajaya, Mh (23) warga Ulee Ceue, Kecamatan Pidie dan Am (28) warga Lala, Kecamatan Mila.

Polisi mengamankan barang bukti (BB) satu pucuk senpi AK-56 bersama satu magasin, sepucuk senpi AK-1.02 beserta satu magasin. 109 peluru kaliber 7,62 mm, 25 butir peluru kaliber 9 mm, 25 butir peluru kaliber 5,56 mm, senjata angin cal 177 dan satu unit mobil Nissan Terano BK 1987 KY. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved