Citizen Reporter

Warga Jepang Gemar Menolong

BEPERGIAN sendiri dari Bandara Penang (Malaysia) ke Kansai (Jepang) dengan transit di Kuala Lumpur, ini kali kedua

Warga Jepang Gemar Menolong

Akan tetapi, karena banyak koin yang berbeda jumlah dan ukurannya mulai 1, 10, 20, 50, 100 yen, dan saya sedang memegang peta, hp, plus tas, akibatnya sejumlah koin jatuh dari genggaman saya dan berserakan di lantai.

Di luar dugaan saya, dengan sigap dan spontan ada pelajar lokal yang bantu mengumpulkan koin-koin tersebut di saat stasiun sedang ramai-ramainya dengan pengunjung.

Bukan kali itu saja saya mendapat bantuan spontan. Di minimarket dalam kampus pun, kasir yang ramah juga membantu apabila pelanggan, termasuk saya, sedang kesusahan. Sikap ramah, mudah menghargai, dan gemar menolong orang lain itu sangatlah penting bagi pengungjung atau turis yang bertamu ke Jepang.

Selain itu, para pelajar yang beragama Islam disikapi dengan baik, sehingga kami dapat menunaikan shalat di surau kampus, bergabung dengan mahasiswa dari negara lainnya seperti Malaysia, Mesir, Yordania, dan sebagainya. Sejauh yang saya amati, pendeknya toleransi beragama sangat baik di Universitas Kyoto ini.

Esoknya saya mempresentasikan kegunaan radar data untuk menganalisis gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya akhir tahun lalu. Alhamdulillah, presentasi ini pun berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.

Pendeknya, selain gempa yang memicu tsunami pada 26 Desember 2004, fenomena gempa darat yang bermula dari soil liquefaction (pencairan tanah akibat jenuh) di Pantai Manohara, Pidie Jaya, juga menarik perhatian ahli-ahli geologi dan kegempaan di Jepang. Hmmm... Aceh selalu menginspirasi, termasuk dalam hal penyebab dan eskalasi bencananya.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved