Breaking News:

Tamping Kabur dari Rutan Idi

Dua narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Idi, Aceh Timur, yang dipercayakan sebagai tahanan pendamping (tamping)

Editor: bakri
Sebanyak 50 Narapidana (Napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen, Minggu (24/7) dipidahkan ke sejumlah Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) di delapan kabupaten/kota di Aceh. Pemindahan 50 Napi itu dikawal ketat aparat kepolisian dari jajaran Polres Bireuen dan anggota TNI dari Kodim 0111/Bireuen bersama Yonif 113 Jaya Sakti. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

IDI - Dua narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Idi, Aceh Timur, yang dipercayakan sebagai tahanan pendamping (tamping) untuk membantu kerja sipir, dan mendapat ‘kebebasan’ lebih dibanding warga Rutan lainnya, memanfaatkan keadaan untuk kabur pada Sabtu (6/5) pukul 00.15 WIB.

Keduanya bernama Sarmin (27) warga Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, dan Anto (38) warga Gampong Jambo Bale, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Kedua napi yang hukumannya hampir habis itu dipekerjakan untuk mengisi air ke kamar sel --yang seharusnya dilakukan petugas Rutan.

Karena banyak melakukan kegiatan di luar sel, mereka pun tergoda untuk kabur setelah melihat peluang akibat lemahnya pengawasan terhadap mereka. Padahal keduanya bisa bebas empat bulan lagi karena sudah menjalani hampir seluruh masa penahanannya.

“Keduanya napi kasus narkoba dengan vonis masing-masing, Sarmin 5 tahun dan Anto 6 tahun penjara. Kami sangat menyayangkan tindakan mereka ini karena hanya akan menambah panjang hukuman. Padahal mereka akan bebas empat bulan lagi,” kata Kepala Rutan Idi, Irdiansyah Rana, kepada Serambi, Minggu (7/5).

Pascakaburnya dua napi itu, petugas Rutan dan Polisi yang diperbantukan di Rutan Idi pun langsung melakukan pengejaran dan penyisiran mula8i dari kawasan belakang Rutan. Namun, hingga Sabtu sore, kedua napi yang kabur belum tertangkap. “Upaya pencarian kami lakukan dengan berkoordinasi bersama polisi dan warga,” jelas Irdiansyah.

Kronologis kaburnya kedua napi itu, menurut Karutan setempat, Idriansyah, berawal pada Sabtu sekitar pukul 00.15 WIB, keduanya bertugas mengontrol pembagian air ke kamar napi. Keduanya sudah lama dipercayakan membantu pekerjaan Rutan sehingga pegawai Rutan tak menaruh curiga. Apalagi masa penahanan yang hampir berakhir, diyakini petugas tidak akan membuat kedua napi ini bertindak bodoh.

Tapi, asumsi petugas ini ternyata salah. Keduanya yang mungkin sangat tidak tahan dengan kondisi di dalam Rutan, lebih memilih kabur dengan risiko penambahan masa penahanan serta hukuman ekstra atas tindakannya itu.

Keduanya yang tahu betul memanfaatkan momentum kelengahan petugas sipir, sukses melarikan diri dengan cara memanjat tembok berduri di bagian luar Rutan, tepat di samping Pos Pantau III yang luput dari penjagaan sipir Rutan Idi, yang jumlahnya mencapai 383 orang dan terbagi dalam tiga regu jaga.(c49)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved