Breaking News:

Suu Kyi Terima Penghargaan di London, Demonstran Protes soal Rohingya

Penghargaan itu merupakan pengakuan atas "perjuangan tanpa kekerasan dia selama bertahun-tahun

Editor: Fatimah
(The Irrawaddy)
Sekelompok orang menggelar aksi unjuk rasa saat pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menerima penghargaan dari pemerintah kota London, Inggris, Senin (8/5/2017). 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menerima penghargaan untuk kebebasan dari pemerintah kota London, Senin (8/5/2017) di Guildhall, Inggris.

Saat yang bersamaan sekelompok kecil demonstran di luar gedung memprotes perlakuan pemerintah Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya, demikian kantor berita Agence France-Presse.

Penghargaan itu merupakan pengakuan atas "perjuangan tanpa kekerasan dia selama bertahun-tahun demi demokrasi dan dedikasinya yang teguh untuk menciptakan masyarakat tempat orang bisa hidup dalam perdamaian, keamanan dan kebebasan" menurut pernyataan pemerintah Kota London.

Suu Kyi, penerima Hadiah Nobel Perdamaian, sedang melakukan lawatan ke Eropa dan sudah mengunjungi Belgia, Italia, dan Vatikan.

Pada Senin, sekitar 40 demonstran menggelar aksi protes di luar Guildhall, membawa spanduk dengan tulisan yang berarti "Bebaskan Semua Tahanan Politik di Birma" dan "Tolong Hentikan Pembakaran Militer di Desa-Desa Rohingya."

Mereka meneriakkan "Suu Kyi berbohong, warga Rohingya sekarat" dan mengatakan bahwa orang-orang yang dulu mendukungnya kini menentangnya.

"Kami yakin dia akan menjadi jawara hak asasi manusia tapi dia terlibat dengan... junta yang membunuh orang-orang Rohingya tak berdosa" kata salah satu pembicara.

Suu Kyi bertemu dengan Ratu Elizabeth II dan putra mahkota Pangeran Charles pada Jumat.

Pekan lalu Suu Kyi menolak keputusan Dewan HAM PBB untuk menyelidiki tuduhan kejahatan pasukan keamanan Myanmar terhadap Rohingya.

Myanmar dijadwalkan menggelar perundingan damai bulan ini untuk mengakhiri perang etnis puluhan tahun yang meningkat sejak partai Suu Kyi berkuasa setahun lalu.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved