Breaking News:

Opini

Menyambut Ramadhan dengan Hati Riang

PUASA Ramadhan merupakan satu kewajiban di antara sejumlah kewajiban lainnya bagi muslim sedunia

Editor: bakri
ilustrasi
Ramadhan 

Oleh Hasanuddin Yusuf Adan

PUASA Ramadhan merupakan satu kewajiban di antara sejumlah kewajiban lainnya bagi muslim sedunia, ia merupakan satu dari lima Rukun Islam. Dalilnya adalah firman Allah Swt, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183). Selanjutnya Allah berfirman, “Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. al-Baqarah: 185). Kemudian Rasullah saw bersabda, “Didirikan Islam atas lima dasar; mengucap dua kalimah syahadah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan naik haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan dalil-dalil tersebut maka tidak boleh ada seorang muslimpun yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan setiap tahun melainkan ianya akan mendapatkan siksa dari Allah SWT di hari akhirat nanti. Karena hukum puasa bulan Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim yang dewasa/ baligh/mumayyiz, berakal, sehat tubuh badan. Maka jadilah ia sebuah kewajiban mutlak yang tidak boleh ditawar ganti, melainkan bagi orang-orang sakit berat seperti sakit payah yang tidak bisa bergerak dan tidak bisa menahan lapar, kaum ibu yang hamil dan menyusui anak yang tidak boleh menahan lapar, dan orang tua renta yang sudah tidak berdaya sama sekali sehingga kalau mereka berpuasa akan berbahaya bagi tubuh badannya.

Selain itu, orang musafir yang melewati lebih kurang 100 kilometer jaraknya juga dibolehkan untuk berbuka puasa dengan ketentuan, semua mereka diwajibkan meng-qadha puasanya pada bulan lain selepas Ramadhan, kecuali orang tua renta dan sakit payah yang tidak mungkin meng-qadha-nya maka dibolehkan membayar fidyah berupa makanan pokok kepada satu orang fakir miskin untuk satu hari puasa yang ditinggalkannya.

Persiapan Ramadhan
Untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, tentunya seorang muslim yang taat selalu mempersiapkan diri dengan berbagai kesiapan menuju Ramadhan yang agung. Rasulullah saw menjelang Ramadhan tiba selalu memperbanyak puasa sunnat, meningkatkan amal saleh, banyak ber-munajad kepada Allah Swt sebagai langkah awal kematangan berpuasa Ramadhan. Jadi persiapan Ramadhan sesungguhnya dimulai bukan sehari, seminggu atau sebulan menjelang Ramadhan, melainkan beberapa bulan sebelum Ramadhan tiba.

Seorang muslim perlu mempersiapkan diri dengan beberapa amalan, di antaranya: Dari sekarang biasakan berpuasa Senin-Kamis agar tidak terasa berat ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan nanti; biasakan melaksanakan shalat sunnat seperti shalat Sunnat Rawatib; shalat Sunnat Dhuha; shalat Sunnat Tahajud agar terbiasa dengan ibadah shalat sunnat dalam Ramadhan nanti seperti Tarawih dan Witir; perbanyak zikir dari sekarang agar terbiasa berzikir banyak di bulan Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda; biasakan bersedekah agar terbiasa dalam Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda; biasakan berperilaku sopan agar terbiasa sopan dan santun dalam Ramadhan nanti sehingga tidak menghilangkan pahala puasa.

Semua itu perlu dipersiapkan mengingat bulan suci Ramadhan merupakan satu bulan yang nilai ibadah di dalamnya sama dengan beribadah seribu bulan di bulan-bulan yang lain, yakni pada Malam Qadar (Lailatul Qadar) yang tidak terdapat dalam bulan-bulan lain. Malam qadar tersebut sangat amat payah diperoleh melainkan oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya untuk mendapatkannya. Persiapan diri tersebut haruslah dimulai dari sekarang, bukan memilih-milih malam ganjil dalam bulan Ramadhan untuk beribadah karena Malam Qadar tersebut merupakan rahasia Allah yang tidak seorang pun tahu kapan dan malam apa terjadinya, melainkan Allahlah Yang Maha Mengetahuinya.

Persiapan lain yang harus disiapkan seorang muslim adalah berupaya keras untuk membersihkan jiwa raga dari berbagai perbuatan zalim dan maksiat, sehingga semua itu tidak terbawa dalam Ramadhan. Berkenaan dengan ketangguhan fisik untuk lebih kuat berpuasa Ramadhan, seorang muslim perlu mengatur makanan dari sekarang dengan takaran normal untuk kesehatan sehingga di bulan Ramadhan akan jauh dari sakit dan penyakit yang menjerat tubuh badan.

Dari sekarang harus mengatur makanan, menjaga obat-obatan baik untuk pencegahan maupun untuk penambahan energy, termasuklah sering-sering mengonsumsi makanan bergizi yang tidak membahayakan fisik, sehingga di bulan Ramadhan tubuh badan akan lebih kuat dan tahan berpuasa. Minum susu yang rutin, makan daging, mengkonsumsi telur setengah matang khususnya bagi orang-orang separuh baya menjadi tuntutan badan yang harus diamalkan menjelang Ramadhan sehingga kekuatan badan lebih prima di bulan Ramadhan.

Target utama persiapan fisik untuk bulan Ramadhan adalah agar kita mampu berpuasa sebulan penuh dalam bulan Ramadhan, karena di sana terdapat banyak kelebihan yang tidak ada dalam bulan-bulan lain. Karenanya jangan pernah bermimpi untuk mengqadha puasa Ramadhan di bulan lain, tetapi pastikan puasa kita penuh dalam Ramadhan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved