Kualitas Udara Brunei Terbersih Ketiga di Dunia

“Laporan ini menganalisis data dari lebih dari 100 negara, membandingkan paparan polusi udara dan kematian dan penyakit terkait,”

Kualitas Udara Brunei Terbersih Ketiga di Dunia
nationalonline.org
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan 

SERAMBINEWS.COM - Brunei Darussalam menempati posisi ketiga dalam daftar negara-negara dengan kualitas udara terbersih di dunia, menurut laporan Global Health Observatory 2017.

Laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu mengungkapkan Brunei memiliki kualitas udara terbersih ketiga di dunia dengan konsentrasi partikel padat dan cair sangat kecil di udara — yang disebut particulate matter (PM) – yang rendah di area-area perkotaan.

Kepualuan Solomon memiliki udara terbersih dan memiliki rating 5, lebih baik dari Selandia Baru (5.2), Brunei Darussalam (5.4), dan Australia (5.8), demikian Boneo Bulletin melaporkannya, Sabtu (27/5).

“Laporan ini menganalisis data dari lebih dari 100 negara, membandingkan paparan polusi udara dan kematian dan penyakit terkait,” kata laporan itu, sebagaiman dikutip laman Mirajnews.com

Meskipun memiliki udara bersih, menurut laporan tersebut, Kepulauan Solomon masih tertinggal dalam hal indikator pembangunan lainnya, terutama di bidang-bidang seperti harapan hidup, perbaikan akses sanitasi, dan tingkat kasus kanker.

Polusi udara adalah masalah besar yang dihadapi dunia. Sekitar 3,3 juta orag meninggal akibat masalah yang disebabkan polusi udara.

Polutan kecil yang disebut PM2.5, atau partikel lebih kecil dari 2.5 mikron, dianggap sebagai polutan yang paling berbahaya.

Partikel berbahaya itu ditemukan pada jelaga, asap, dan debu. Bila masuk ke paru-paru, bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti asma dan penyakit paru-paru kronis.

Brunei, yang dinilai oleh banyak lembaga internasional sebagai salah satu tempat yang paling layak huni di dunia, telah melakukan usaha dengan baik dalam menjaga emisi tetap rendah dan memelihara hutan, bahkan di tengah industrialisasi yang pesat.

Tahun lalu, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) juga memberikan sertifikat bersih untuk kualitas udara negara di Asia Tenggara itu.

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved