Ramadhan Mubarak

Ramadhan, SDM, dan Fenomena Bisnis

SETIAP menjelang Ramadhan, termasuk Ramadhan 1438 H ini, kita selalu disuguhi berita yang hampir sama, yaitu harga daging mahal

Ramadhan, SDM, dan Fenomena Bisnis
Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Email: rektor@utu.ac.id

Jadi, mutu SDM tidak hanya terampil dan berkemampuan, tetapi juga berakhlak mulia. Meskipun suatu bangsa itu terampil dan berkemampuan namun jika tidak dibarengi dengan akhlak yang baik maka bangsa tersebut akan hancur. Seperti kata Syauqi, seorang pujangga Islam Mesir, “Sesungguhnya eksistensi suatu bangsa adalah pada akhlaknya, jika akhlak sudah hilang maka hakekatnya telah hilang pula eksistensi bangsa tersebut”.

Akhlak mulia
Di antara misi utama Nabi Besar Muhmamad saw diutus menjadi Rasul adalah untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana sabdanya, “Sungguh saya diutus (menjadi Rasul) semata-mata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari). Siapapun yang ingin berakhlak mulia, baik pada tataran pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa, maka modal utamanya harus memiliki iman. Semakin kokoh iman seseorang akan semakin berpeluang mempunyai ahlak yang mulia. Begitu pula sebaliknya, jika iman lemah sulit untuk mempunyai ahlak yang mulia. Rasulullah saw bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Bulan puasa Ramadhan telah membuktikan bahwa, betapapun Ramadhan penuh dengan kemuliaan ibadah di dalamnya, akan tetapi hanya orang-orang yang mempunyai energi iman yang cukup saja yang bisa mempunyai peluang tersebut. Begitu juga hasil dari ibadah Ramadhan, ketakwaan sangat ditentukan seberapa besar iman pada diri seseorang.

Kembali ke harga daging sapi. Kita tadi sudah mendapat gambaran bahwa sebagian oknum pengelola negeri ini lebih senang impor daging terus wujud, karena dengan begitu ia bisa menjual izin impor secara ilegal. Kalau begitu kenyataannya, sampai kapan-pun mereka tidak serius mengembangkan sapi nasional yang akan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi Nasional. Maka sampai kapan-pun daging sapi tak dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang wajar. Apakah bangsa kita mampu mengembangkan peternakan sapi? Jawabnya mampu.

Banyak sekali SDM kita yang berketerampilan dan berkemampuan yang berakhlak mulia dalam hal berternak sapi, dan lahan pun tersedia, tetapi tak memiliki kemampuan dasar mengembangkannya jika tahap awal tanpa dukungan pemerintah. Karena itu, kita tetap berharap agar pemerintah segera membersihkan aparatur tak bermoral mengurus negeri ini, sekaligus antara lain secara serius mengembangkan peternakan sapi ini.

Sementara itu, di bulan suci Ramadhan ini mari kita introspeksi diri, dan meningkatkan ketakwaan kita, sehingga moral kita semakin baik. Dengan demikian mutu SDM kita akan lebih baik lagi, yaitu aset bangsa yang terampil, berkemampuan dan berakhlak mulia. Insya Allah.[]

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved