Ramadhan 1438 H

Kendalikan Hawa Nafsu di Bulan Puasa

Sementara hikmah yang bisa didapatkan dari berpuasa adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup.

Kendalikan Hawa Nafsu di Bulan Puasa
Ilustrasi 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa menurut syariat Islam artinya adalah menahan diri dari makan, minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tujuannya adalah meningkatkan ketaqwaan seorang muslim.

Seperti dalam firman Allah SWT pada alquran surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa," ujar Ketua Kesatuan Aksi Makasiswa Islam Indonesaia (KAMMI) Aceh Besar, Syahru Aidi ST, dalam diskusi Rabu (7/6/2017) malam.

Makna puasa, lanjut Syahru Aidi, sejatinya juga menjadi penyerahan diri kepada Allah SWT. Menjadikan diri lebih sabar dan pengendalian diri dari hawa nafsu dunia.

Dalam bulan penuh rahmat inilah, umat muslim akan berlomba-lomba mencari ridha Ilahi. Puasa Ramadan yang diwajibkan Allah adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah.

Sementara hikmah yang bisa didapatkan dari berpuasa adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup.

Selain itu faedah yang bisa didapatkan selain untuk menjadi orang yang bertakwa juga melatih dan mendidik jiwa agar dapat menguasai diri.

'Melatih menahan hawa nafsu agar senantiasa tidak dimanjakan akan nafsu duniawi. Mendidik untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya," ujar Syahru Aidi.

Kembalinya bulan Ramadan, sejatinya menjadikan umat muslim juga introspeksi diri. Introspeksi terhadap sifat dan kelakuan yang tidak bermanfaat bagi umat.

Semisal, korupsi dan berbagai nafsu duniawi yang membawa kesengsaraan diri sendiri dan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Jalimin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved