Breaking News:

Semua Warga Aceh Urung Dideportasi

Sekretaris I Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi mengatakan

ISTIMEWA
Sebanyak 68 Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk 43 orang warga Aceh yang ditahan sejak 2 Mei lalu di Port Klang, Selangor, Malaysia 

* Dari Malaysia karena Harus Bersaksi untuk Awak Boat

BANDA ACEH - Sekretaris I Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi mengatakan, dari 68 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan Atase Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) sejak 1 Mei lalu di perairan Port Klang Selangor, Malaysia, tak bakal seorang pun yang akan dideportasi (dipulangkan) ke Indonesia sebelum 22 Juni 2017.

Mereka urung dikembalikan dalam waktu dekat ke Tanah Air karena para WNI--45 orang di antaranya warga Aceh--itu harus bersaksi dalam persidangan satu tekong dan tiga kru boat sayur yang didakwa mengangkut para WNI ke luar dari Malaysia melalui jalur ilegal itu. Persidangannya berlangsung 22 Juni. Jadi, tak boleh ada saksi yang meninggalkan Malaysia sebelum tanggal tersebut.

“Satu tekong dan tiga kru boat sedang menjalani proses hukum di Mahkamah Sipil dengan tuduhan melanggar akta antiperdagangan manusia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Dahlia kepada Serambi, Jumat (16/6) pagi.

Menurutnya, ke-64 penumpang boat lainnya saat ini juga sedang menjalani masa hukuman penjara tiga bulan akibat pelanggaran akta keimigrasian Malaysia. Imigran yang laki-laki saat ini berada di Penjara Sungai Buloh, sedangkan yang perempuannya menjalani hukuman di Penjara Kajang Selangor.

“Kecuali untuk lima orang yang merupakan dua orang ibu dengan anak balita masing-masing dan seorang perempuan tua asal Aceh yang ditempatkan di Depot Imigrasi Smenyih,” kata Dahlia.

Ia menyebutkan, kasus yang melibatkan 68 WNI itu didakwa jaksa tergolong ke dalam perkara tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) yang dilakukan oleh tekong dan kru, serta pelaku lainnya. “Nah, atas dasar itulah keseluruhan 64 orang penumpang akan dijadikan saksi untuk menyampaikan deposisi di mahkamah terkait penggunaan boat ilegal dimaksud, guna dapat dilakukan tuntutan terhadap pelaku pengangkutan dengan boat ilegal. Jadwal deposisi di mahkamah oleh keseluruhan penumpang direncanakan tanggal 22 Juni 2017,” ujar Dahlia.

Mengenai lima WNI yang tidak dipenjarakan dan saat ini berada di Depot Imigrasi Semenyih, belum bisa juga dipulangkan sebelum pelaksanaan deposisi di mahkamah nantinya. “Diharapkan setelah selesai proses deposisi nanti kelima warga tersebut dapat dipulangkan, sesuai ketentuan yang berlaku di Depot Imigrasi Malaysia,” kata Dahlia.

Ia tambahkan bahwa Kamis (15/6) Satgas KBRI Kuala Lumpur telah melakukan kunjungan kekonsuleran ke Depot Imigrasi Semenyih untuk bertemu lagi dengan lima WNI--tiga di antaranya warga Aceh--itu sekaligus untuk menyampaikan santunan keperluan bayi seperti diapers dan susu, mengingat dua di antara perempuan itu adalah balita.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 68 warga Indonesia ditangkap 1 Mei 2017 oleh APMM Port Klang, akibat tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah serta menaiki boat ilegal dan ke luar Malaysia dari jalur tak resmi. (dik)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved