WTP untuk Abu Doto Dinilai Ciderai Perjuangan Mahasiswa

"Apalagi penghargaan ini diberikan oleh aktivis mahasiswa dalam serangkaian acara Konferensi Aktifis Mahasiswa Aceh (KAMA) dengan mencatut semua BEM.

WTP untuk Abu Doto Dinilai Ciderai Perjuangan Mahasiswa
ist
Mantan Dirjen Kastrat dan Propaganda BEM Unsyiah, Raja Muda Cik

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemberian Penghargaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah kepada Zaini Abdullah alias Abu Doto dinilai sangat menciderai peran mahasiswa sebagai penyeimbang pemerintah dalam hal ini sebagai pihak yang berada bersama rakyat.

Mantan Dirjen Kastrat dan Propaganda BEM Unsyiah, Raja Muda Cik, Selasa (20/6/2017) mengatakan, pemberian penghargaan tanpa dasar dan indikator yang jelas di tengah kekecewaan publik terhadap kinerja Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Abu Doto memang patut dipertanyakan.

"Apalagi penghargaan ini diberikan oleh aktivis mahasiswa dalam serangkaian acara Konferensi Aktifis Mahasiswa Aceh (KAMA) dengan mencatut semua BEM se-Aceh," ujar Raja Muda Cik.

"Sebenarnya, ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya aksi yang digagas teman-teman BEM se-Aceh, dalam aksi UUPA dan polemik SKPA yang melibatkan BEM Unsyiah, justru BEM Unsyiah yang Menarik diri, dan mengklaim adanya kepentingan kelompok," cetusnya.

Pada kesempatan kedua, kata Raja Muda Cik, dengan mendompleng BEM se-Aceh, BEM Unsyiah yang memberikan penghargaan kepada Abu Doto.

"Hal yang tidak Wajar terjadi ketika KAMA sendiri dilaksanakan di sebuah hotel, yang sebelumnya selalu dilaksanakan di lingkungan kampus," ujarnya.

"Kita tidak menginginkan, ketika ada pihak pihak tertentu, yang menggunakan lembaga di kampus jantong hate rakyat Aceh untuk kepentingan pribadi," imbuhnya

Hal ini memberikan indikasi lahirnya calon borjuis kecil yang diam-diam membina hubungan intim dengan pemerintah hingga berimbas pada untung dan proyek, akhirnya idealisme dan semangat militan pun dibonsai jadi kepatuhan pada kenikmatan dan kemegahan.

"Sejatinya, lembaga mahasiswa harus independen dan bebas dari kepentingan manapun," pungkas Raja Muda Cik. (*)

Penulis: Jalimin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved