Breaking News:

‘Drama’ Kehancuran di Sisi Timur Penjara

MOBIL Avanza BL 935 AZ yang membawa kabur narapidana LP Tanjung Gusta, Medan, Selasa (20/6) dipastikan

Editor: bakri
Polrestabes Medan langsung menyiagakan 20 personelnya di LP Tanjung Gusta setelah terjadinya upaya pelarian narapidana yang melibatkan delapan orang. 

MOBIL Avanza BL 935 AZ yang membawa kabur narapidana LP Tanjung Gusta, Medan, Selasa (20/6) dipastikan melaju dalam kecepatan sangat tinggi ke arah timur penjara. Pelarian itu terhenti pada jarak sekitar 300 meter dari LP Tanjung Gusta arah ke Medan dengan menyisakan kehancuran dan genangan darah.

Mobil Avanza hitam itu dipastikan dipacu dengan kecepatan sangat tinggi. Ini tergambar ketika melihat kondisi mobil yang rusak begitu parah di bagian depan.

“Saya tidak melihat kejadiannya, tapi saya mendegar suara hantaman sangat keras. Mobil terbalik dan kepala (kemudi) menghadap ke arah LP,” kata Heri Purba (58), seorang warga di lokasi kejadian.

Heri merupakan pemilik salah satu rumah yang tembok pagarnya hancur dihantam mobil pelaku. Dua rumah lainnya milik Jumasir yang merangkap doorsmeer dan Krisman Tampubolon (51) yang membuka usaha fotokopi.

Saat kejadian, Heri Purba yang membuka klinik di rumahnya itu mengaku sedang menonton tivi.

Kemudian ia dikejutkan suara hantaman yang begitu keras dan berhenti persis di depan rumahnya. Sebelum menghancurkan tembok ketiga rumah ini, Avanza terlebih dulu menghantam pohon berukuran sedang dan sebuah tiang reklame yang terbuat dari besi.

“Dua-duanya patah. Bisa dibayangkan ngeri kali kencangnya. Dan aku yakin mobilnya terguling karena posisi kepala kembali ke arah LP,” lanjut Heri.

Hampir seluruh warga, menurut dia berhamburan ke luar. Melihat kerusakan yang begitu parah, sebagian warga mulai memprovokasi membakar mobil yang masih berisi penumpang. Namun niat itu urung dilakukan karena seorang sipir meminta warga menjauh karena diduga pengemudi mobil memiliki pistol.

Pemilik rumah mengaku tidak hanya dirugikan secara materi, tapi juga moral. Bahkan, Jumasir harus dirawat di RS Sari Mutiara akibat penyakit jantungnya kambuh. Jumasir bisa dibilang mengalami kerugian terbesar, karena mesin kompresor air yang dicor di halaman rumahnya turut rusak.

Ironisnya, lanjut Heri, Kepala LP Tanjung Gusta, Asep Syarifuddin terkesan lepas tangan mengenai ganti rugi. “Tadi pagi sudah datang Kepala LP, tapi pas kami tanya ganti rugi, tak ada jawaban pasti,” ujarnya.

Selain menyisakan puing-puing tembok pagar, insiden itu meninggalkan genangan darah yang cukup kental di beberapa titik. Menurut Heri, mobil itu ditumpangi enam orang, dan seluruhnya dalam kondisi luka parah. Keenamnya sempat tertahan lebih satu jam di dalam mobil dalam posisi miring sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara.

“Mobilnya terbalik miring, jadi pintu sopir itu yang di bawah. Pas ambulans datang, baru warga ramai-ramai mendorong ke posisi normal,” kata Heri Purba.(mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved